BBPPMT Yogyakarta Gelar Fun Run, Demi Kembali Populerkan Transmigrasi
- 27 Jul 2026 22:52 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Sleman – Sebuah event sport tourism di Sleman kembali hadir dengan tajuk Transmigrasi Festival Fun Run 6K 2026. Event lari ini diinisiasi oleh Balai Besar Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (BBPPMT) Yogyakarta yang berkolaborasi dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Sleman.
Ketua Panitia Transmigrasi Festival Fun Run 6K 2026 yang sekaligus Wakil Ketua Kadin Kabupaten Sleman Haryo Arif Primanto memperkirakan kegiatan ini akan menggaet hingga 3.000 pelari dari berbagai daerah. Peserta akan berlari sejauh 6 kilometer dengan melintasi berbagai spot wisata di Kaliurang. Dimulai dari D’Kaliurang Camping Ground, kemudian melintasi Jalan Boyong-Tugu Boyong-Kemiri-Tonen-Jalan Boyong, dan kembali ke D’Kaliurang Camping Ground sebagai titik finish. Meski hanya ada satu kategori, tapi Prima mengatakan ada 3 kategori pembelian tiket yang bisa dipilih oleh masyarakat.
“Yang pertama umum di Rp175.000. Yang kedua couple, sekali mendaftar itu dua orang, Rp150.000 per orangnya. Yang ketiga ada pelajar di Rp125.000,” kata Prima saat jumpa pers di BBPMT, Senin, 27 Juli 2026.
Prima menuturkan nantinya kompetisi lari ini akan dimulai pada pukul 06.00 WIB dan akan di cut-off dua jam setelahnya. Ada sejumlah hadiah yang bisa diperebutkan oleh peserta. Juara pertama mendapatkan uang tunai sebesar Rp 2 juta. Ada pula hadiah doorprize seperti sepeda motor, sepeda listrik, sepeda gunung, kulkas, TV, dan berbagai hadiah lainnya.
Sementara, Kepala BBPPMT Yogyakarta Tunggak Santosa menjelaskan Transmigrasi Festival juga diramaikan dengan gelaran Summer Course Festival Kopi dan Budaya di Rempang Ecocity, Batam, pada 1–14 Oktober 2026 yang akan mempromosikan kopi unggulan dari kawasan transmigrasi.
Hadir pula Giat Literasi Storytelling Ketransmigrasian bertema "Transmigrasi Reborn: Ketika Anak Muda Menulis Masa Depan Nusantara" pada 13 Oktober 2026 di DIY. Tunggak mengatakan setiap agenda dirancang untuk memperlihatkan kawasan transmigrasi yang kini berkembang menjadi pusat produksi komoditas unggulan dan penggerak ekonomi daerah.
"Di balik setiap produk unggulan yang lahir dari kawasan transmigrasi, ada cerita perjuangan, inovasi, dan keberhasilan masyarakat dalam membangun kehidupan yang lebih baik. Cerita-cerita itulah yang ingin kami perkenalkan kepada masyarakat luas," ujar Tunggak.
Dia menambahkan, Transmigrasi Festival merupakan langkah untuk memperkenalkan paradigma baru transmigrasi kepada masyarakat. Menurutnya, transmigrasi saat ini tidak lagi dipahami sebagai perpindahan penduduk dari satu wilayah ke wilayah lain. Program tersebut telah berkembang menjadi instrumen pembangunan kawasan yang berorientasi pada penciptaan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru berbasis potensi lokal.
"Transmigrasi sekarang adalah tentang pemberdayaan masyarakat, penguatan sumber daya manusia, pengembangan ekonomi lokal, dan membangun kawasan yang berdaya saing," ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....