Bivol Tumbangkan Beterbiev, Sejarah Baru Tinju Dunia

  • 23 Agt 2026 09:06 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Dunia tinju mencatat pertarungan bersejarah setelah Dmitry Bivol mengalahkan Artur Beterbiev dalam duel perebutan gelar juara dunia kelas berat ringan di Riyadh, Arab Saudi. Bivol meraih kemenangan melalui keputusan mayoritas juri dalam pertarungan ulang yang berlangsung pada 22 Februari 2025. Tiga juri memberikan skor 114-114, 116-112, dan 115-113 untuk keunggulan Bivol.

Kemenangan tersebut sekaligus mengantarkan Bivol merebut kembali gelar juara dunia kelas berat ringan yang sebelumnya berada di tangan Beterbiev. Hasil itu menjadi pembalasan atas kekalahan Bivol dalam pertemuan pertama pada Oktober 2024, ketika Beterbiev menang tipis melalui keputusan mayoritas setelah menjalani pertarungan ketat selama 12 ronde. “Saya datang dengan rencana yang jelas dan berusaha menjalankannya sampai ronde terakhir,” ujar Bivol.

Duel kedua berlangsung sengit sejak awal pertandingan. Bivol tampil lebih efektif dengan mengandalkan pergerakan kaki, kombinasi pukulan, serta kemampuannya menjaga jarak dari tekanan Beterbiev. Memasuki ronde-ronde pertengahan hingga akhir, Bivol mampu mengendalikan tempo dan mengumpulkan poin melalui pukulan-pukulan yang lebih terukur.

Kekalahan tersebut menjadi noda pertama dalam karier profesional Beterbiev. Sebelum menghadapi Bivol, petinju tersebut memiliki rekor sempurna dengan 20 kemenangan dari 20 pertarungan, seluruhnya berakhir dengan knockout.

Setelah duel kedua, rekornya berubah menjadi 21 kemenangan, satu kekalahan, dengan 20 kemenangan KO. “Saya sudah memberikan yang terbaik sampai bel terakhir, tetapi Bivol tampil lebih baik malam ini,” ucap Beterbiev.

Bagi Bivol, kemenangan tersebut memiliki arti lebih besar karena membawanya menjadi juara dunia tak terbantahkan di kelas 175 pound. Ia menguasai empat sabuk utama, yakni WBA, WBC, WBO, dan IBF. Rekor profesional Bivol pun meningkat menjadi 24 kemenangan, satu kekalahan, dengan 12 kemenangan melalui knockout.

Meski kalah dalam keputusan juri, Beterbiev tetap memberikan perlawanan hingga ronde terakhir. Tekanan dan pukulan keras yang menjadi ciri khasnya beberapa kali menyulitkan Bivol. Namun, Bivol mampu menjaga pertahanan, mempertahankan jarak, serta mengamankan keunggulan angka hingga bel terakhir berbunyi.

“Pertarungan ini menunjukkan betapa ketatnya persaingan di kelas berat ringan,” katanya.

Kemenangan Bivol sekaligus menandai berakhirnya salah satu catatan paling menakutkan dalam tinju modern. Ia menjadi petinju pertama yang memberikan kekalahan profesional kepada Beterbiev sekaligus menyatukan empat gelar utama di kelas berat ringan.

Hasil tersebut juga membuka peluang terjadinya trilogi, mengingat Beterbiev masih terbuka untuk kembali menghadapi Bivol dan persaingan keduanya belum sepenuhnya berakhir.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....