Persiapan Kejurkot Tenis Meja Kota Yogyakarta Dekati 100 Persen

  • 31 Jul 2026 11:34 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Referee atau wasit pada Kejuaraan Kota (Kejurkot) Tenis Meja Ke-2 Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Kota Yogyakarta Tahun 2026, Ridwansyah, memastikan seluruh persiapan penyelenggaraan kejuaraan telah memasuki tahap akhir. Kesiapan panitia, perangkat pertandingan, hingga koordinasi perwasitan dinilai telah berjalan optimal sehingga kejuaraan diyakini dapat berlangsung tertib, sportif, adil, dan profesional.

Menjelang pelaksanaan pertandingan, Ridwansyah menyampaikan seluruh bidang kepanitiaan telah menyelesaikan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab masing-masing. Bidang pertandingan, perlengkapan, sekretariat, konsumsi, humas, hingga perwasitan telah melakukan berbagai persiapan guna mendukung kelancaran pelaksanaan Kejurkot.

"Alhamdulillah, seluruh persiapan panitia telah memasuki tahap akhir dan hampir 100 persen siap. Masing-masing divisi telah bekerja sesuai tugasnya, sehingga kami optimistis Kejurkot dapat berlangsung dengan lancar dan sukses," ujarnya.

Sebagai referee, Ridwansyah menjelaskan bahwa tahapan akhir yang menjadi fokus saat ini meliputi pengecekan venue pertandingan, kondisi meja dan net, kelengkapan perangkat pertandingan, sistem administrasi dan registrasi peserta, briefing kepada panitia serta wasit, penyusunan jadwal pertandingan, hingga memastikan seluruh fasilitas pendukung siap digunakan. Seluruh langkah tersebut dilakukan untuk meminimalkan kendala teknis selama kejuaraan berlangsung.

Menurutnya, Kejurkot Tenis Meja Ke-2 PTMSI Kota Yogyakarta Tahun 2026 bukan sekadar ajang memperebutkan gelar juara, tetapi juga menjadi bagian penting dari proses pembinaan olahraga prestasi. Kejuaraan ini diharapkan menjadi wadah kompetisi yang sehat bagi para atlet sekaligus mempererat silaturahmi dan hubungan antarklub tenis meja di Kota Yogyakarta.

Ia menambahkan, Kejurkot memiliki peran strategis sebagai sarana evaluasi hasil pembinaan atlet. Melalui pertandingan yang kompetitif, kemampuan setiap atlet dapat diukur secara objektif sehingga PTMSI Kota Yogyakarta memperoleh gambaran perkembangan atlet sebagai dasar dalam menyusun program pembinaan yang lebih terarah dan berkelanjutan.

Antusiasme peserta pada penyelenggaraan tahun ini juga menunjukkan perkembangan positif. Sebanyak 24 tim dengan total 144 atlet dipastikan ambil bagian dalam Kejurkot yang mempertandingkan satu nomor, yakni Beregu Umum. Tingginya partisipasi tersebut mencerminkan semakin meningkatnya semangat pembinaan dan kompetisi tenis meja di Kota Yogyakarta.

Ridwansyah mengungkapkan, penyelenggaraan Kejurkot tahun ini mengalami sejumlah penyempurnaan dibandingkan edisi sebelumnya. Sistem pertandingan disusun lebih tertata, koordinasi antarbidang diperkuat, pelayanan kepada peserta ditingkatkan, serta seluruh jalannya pertandingan mengacu pada peraturan resmi PTMSI dan International Table Tennis Federation (ITTF).

Sebagai referee, ia menegaskan bahwa prinsip keadilan dan sportivitas menjadi prioritas utama dalam setiap pertandingan. Seluruh wasit yang bertugas telah diberikan pembekalan agar mampu menerapkan peraturan secara konsisten, didukung perangkat pertandingan yang memadai serta koordinasi yang intensif dengan panitia, sehingga setiap persoalan di lapangan dapat diselesaikan secara cepat, tepat, dan profesional.

"Kami berharap seluruh atlet dapat bertanding dengan penuh semangat, menjunjung tinggi sportivitas, menghormati lawan maupun wasit, serta menjadikan Kejurkot ini sebagai ajang untuk menunjukkan kemampuan terbaik sekaligus mempererat persaudaraan antarinsan tenis meja," katanya.

Ia menambahkan, Kejurkot juga menjadi salah satu sarana penting untuk menjaring dan mengidentifikasi atlet-atlet potensial yang nantinya dipersiapkan mewakili Kota Yogyakarta pada berbagai kejuaraan tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta, nasional, maupun agenda pembinaan resmi lainnya.

Di akhir keterangannya, Ridwansyah mengajak seluruh masyarakat, pecinta tenis meja, orang tua atlet, serta klub-klub di Kota Yogyakarta untuk memberikan dukungan terhadap pelaksanaan Kejurkot Tenis Meja Ke-2 PTMSI Kota Yogyakarta Tahun 2026. Menurutnya, suasana pertandingan yang tertib, sportif, dan penuh semangat akan menjadi modal penting dalam meningkatkan prestasi tenis meja Kota Yogyakarta sekaligus memotivasi para atlet untuk terus berkembang dan mengharumkan nama daerah di berbagai ajang kompetisi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....