Direktur PSIM Bicara Menjadi Profesional di Industri Olahraga

  • 31 Mei 2026 21:18 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - PSIM Yogyakarta kembali menyelenggarakan event PSIM Goes to Campus (GTC) Chapter UGM Volume 2. Acara berlangsung cukup ramai di Auditorium Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada pada Minggu, 17 Mei, pekan lalu.

Peserta kegiatan meliputi mahasiswa dari seluruh fakultas serta perwakilan UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) dan komunitas se-UGM. Program kolaboratif tersebut mengusung tema ‘Event and Fundraising’ guna membekali generasi muda ilmu manajemen industri olahraga.

Direktur Utama PSIM, Yuliana Tasno, hadir langsung memaparkan materi mengenai strategi pengelolaan acara. Yuliana mengajak para mahasiswa menjadi profesional di berbagai bidang.

“Melihat dinamika saat ini, Indonesia membutuhkan lebih banyak profesional yang tidak hanya memiliki passion (keinginan), tetapi juga purpose (tujuan),” katanya.

Industri profesional tidak hanya menuntut keterampilan teknis saja, tetapi juga karakter kepribadian yang tangguh bagi individu yang ingin terjun ke dalamnya.

“Kita sungguh memerlukan individu dengan keterampilan dan pendidikan yang kuat, mindset kepemimpinan, serta integritas yang selalu dijunjung tinggi. Karena kemajuan bangsa dibangun oleh orang-orang yang kompeten dan berkarakter,” ujar wanita yang akrab disapa Cik Liana itu.

Edukasi industri olahraga

Acara GTC Vol. 2 UGM ini juga didukung penuh oleh beberapa sponsor, yakni Adem Sari, Plossa, Soffell, Rexona, Taro, Le Minerale, dan Vidio. Manajemen turut menghadirkan sesi ‘Meet and Greet by Rexona’ yang memberi ruang kepada peserta acara untuk bisa bercengkrama langsung dengan direktur utama PSIM tersebut.

Peserta acara antusias untuk berdiskusi langsung terkait topik ‘Event and Fundraising’. Manajemen bersama sponsor juga memberi apresiasi kepada para peserta yang aktif, berupa jersey PSIM musim 2025/26 dan beberapa hadiah menarik lainnya.

Dalam sesi diskusi, Liana memaparkan filosofi dasar mengenai hubungan kerja sama berkelanjutan antara penyelenggara acara dengan mitra strategis. Menurutnya, fundraising bukan hanya sekadar pencarian dana semata.

“Bila kita mendalami manajemen sebuah program secara utuh, dalam sebuah acara, fundraising bukan hanya soal mencari sponsor atau dana,” ucapnya, menuturkan.

Ia menjelaskan, dalam pengelolaan fundraising ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. “Demi menunjang target sasaran, pihak sponsor sebenarnya membeli lima hal utama yaitu Trust (kepercayaan), audience (audiens), community (komunitas), storytelling (cara bercerita), dan emotional association (asosiasi emosional),” katanya, memparkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....