Kejurkab Sleman 2026 Perkuat Pembinaan Atlet Tenis Meja
- 22 Jun 2026 09:55 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Sleman - Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) Tenis Meja Sleman 2026 menjadi ajang penting dalam memperkuat pembinaan atlet sekaligus mempererat hubungan antar klub dan Persatuan Tenis Meja (PTM) se-Kabupaten Sleman. Kejuaraan yang digelar oleh Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Kabupaten Sleman di Gedung Serbaguna Kalurahan Condongcatur Sleman, 20-21 Juni 2026, ini mendapat sambutan positif dari para atlet, pelatih, dan pengurus klub yang ada di Bumi Sembada.
Ketua PTMSI Sleman Taufik Qoriadi menjelaskan bahwa tujuan utama penyelenggaraan Kejurkab 2026 tidak hanya untuk mencari juara, tetapi juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antar klub, meningkatkan prestasi atlet, serta menjaring bibit-bibit unggul tenis meja yang berpotensi mengharumkan nama Sleman di masa mendatang. Selain itu, kejuaraan ini juga menjadi alat evaluasi terhadap program pembinaan yang selama ini dijalankan oleh masing-masing klub.

Antusiasme peserta pada tahun ini tergolong sangat tinggi. Data PTMSI Sleman mencatat sebanyak 32 klub atau PTM telah terdaftar resmi sebagai anggota, sementara 15 klub lainnya masih dalam proses pengajuan keanggotaan. Dari jumlah tersebut, sedikitnya 26 PTM mengirimkan atlet-atlet terbaiknya untuk berlaga pada Kejurkab 2026.
Menurut panitia, pelaksanaan tahun ini memiliki perbedaan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Fokus utama diarahkan pada penguatan fondasi pembinaan melalui verifikasi dan penataan klub-klub yang berada di bawah naungan PTMSI Sleman. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan sistem pembinaan yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.

Salah satu kebijakan yang mendapat apresiasi dari peserta adalah digratiskannya biaya pendaftaran. Kebijakan tersebut diambil untuk memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada atlet tenis meja di Sleman agar dapat berpartisipasi tanpa terkendala biaya. Program tersebut dapat terlaksana berkat dukungan dan pengajuan bantuan dana kegiatan kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Sleman. "Kami ingin semua atlet memiliki kesempatan yang sama untuk merasakan atmosfer kompetisi resmi tanpa harus terbebani biaya pendaftaran. Dengan begitu, potensi-potensi terbaik dari berbagai wilayah bisa muncul dan berkembang," ujarnya.
Kejurkab 2026 juga diproyeksikan sebagai ajang penjaringan atlet menuju kejuaraan yang lebih tinggi, termasuk Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab), Kejuaraan Daerah (Kejurda), hingga Pekan Olahraga Daerah (PORDA). Melalui pertandingan ini, PTMSI Sleman dapat memetakan kemampuan individu atlet secara lebih mendalam sehingga proses pembinaan berikutnya dapat dilakukan secara tepat sasaran.

Pada pelaksanaannya, nomor yang dipertandingkan hanya Tunggal Putra dan Tunggal Putri. Keputusan tersebut diambil karena fokus kejuaraan adalah memetakan kualitas individu atlet dari masing-masing klub. Adapun target peserta yang ditetapkan panitia mencapai 82 atlet pada nomor Tunggal Putra dan 13 atlet pada nomor Tunggal Putri.
Untuk menjaga kualitas pertandingan, seluruh perangkat dan regulasi yang digunakan telah mengacu pada standar International Table Tennis Federation (ITTF). Seluruh perlengkapan pertandingan yang digunakan telah memenuhi standar kejuaraan resmi sehingga kompetisi dapat berlangsung secara profesional dan kompetitif bagi para atlet.

Dari hasil pertandingan, muncul sejumlah atlet yang menjadi sorotan. Pada nomor Tunggal Putra, gelar Juara I diraih oleh Fandhika Rio Febriansyah dari PTM Markas Manukan Club (MMC), Juara II Johan Manoraga dari PTM MMC, serta Juara III bersama Riski Ramadhani dari PTM MMC dan Dian Mahendra Pasha dari PTM Royal Pingpong Mania (RPM). Sementara pada nomor Tunggal Putri, Juara I berhasil diraih Anindira Talitha Attaya Ramadhiani dari PTM Omah Pingpong Jogja (OPJ), Juara II Sabrina Talitha Naurakandi dari PTM Royal Pingpong Mania (RPM), serta Juara III bersama Nafisah Putri Khasanah Agterina dari PTM OPJ dan Umareta Kireina Permatasari dari PTM Royal Pingpong Mania (RPM). Selain trofi, para juara juga mendapatkan uang pembinaan serta sertifikat atau piagam penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas prestasi yang telah diraih. Keberhasilan para atlet tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan di klub masing-masing berjalan dengan baik dan mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi. "Tantangan terbesar kami saat ini adalah mengelola potensi besar yang dimiliki puluhan klub di Sleman agar pembinaan tetap terarah, kompetitif, dan berkelanjutan. Namun kami optimistis, dengan kerja sama seluruh klub dan dukungan masyarakat, tenis meja Sleman akan semakin berkembang," ucapnya.
PTMSI Sleman berharap Kejurkab 2026 menjadi langkah awal lahirnya atlet-atlet yang mampu bersaing di tingkat daerah hingga nasional. Masyarakat pun diajak untuk datang dan menyaksikan pertandingan secara langsung karena selain menyajikan tontonan yang menarik dan menghibur, dukungan dari penonton menjadi motivasi penting bagi para atlet muda untuk terus berprestasi. "Teruslah berlatih di klub masing-masing. PTMSI Sleman akan terus menyediakan wadah kompetisi yang kompetitif dan berstandar resmi untuk mendukung impian kalian menjadi atlet berprestasi," katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....