Pecahkan Rekor Nasional, Perenang DIY Arya Haryono Raih Penghargaan

  • 17 Mei 2026 12:38 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Atlet akuatik Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Arya Adrean Putra Haryono menorehkan prestasi luar biasa di Kejurnas Akuatik Indonesia 2026 yang digelar di Stadion Akuatik GBK, Senayan, Jakarta, pada 28 April 2026 hingga 7 Mei 2026 lalu. Prestasi ini berhasil memecahkan rekor nasional sekaligus melampaui rekor sebelumnya di SEA Games oleh milik Pham Thanh Bao yang mencatat waktu 1:00,97.

Perenang asal Kabupaten Bantul berusia 19 tahun yang tercatat sebagai mahasiswa Universita Negeri Yogyakarta (UNY) itu memang mencatat prestasi mengesankan. Saat tampil di nomor 100 meter gaya dada, Arya tidak hanya menjadi yang tercepat saat finis dengan waktu 1 menit 0,88 detik, atas catatan waktu itu, dirinya juga memecahkan rekor nasional yang dimiliki M. Dwiky Raharjo dengan catatan waktu 1:01,75.

Arya pun mengangkat prestasi akuatik DIY sehingga meraih penghargaan berupa bonus dari Ketua Umum Akuatik Indonesia DIY Maryanto.

Ketum Maryanto menyampaikan pemberian bonus untuk Arya dan pelatih Papin Prasetyo di sela Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Federasi Akuatik Indonesia DIY di Sleman, Yogyakarta, Sabtu, 9 Mei 2026. Bonus itu sebagai bentuk penghargaan atas pencapaian luar biasa Arya di Kejurnas yang digelar di Stadion Akuatik GBK, Senayan, Jakarta yang berlangsung pada 28 April 2026 hingga 7 Mei 2026.

Prestasi Arya termasuk luar biasa karena untuk kali pertama setelah hampir 40 tahun atlet akuatik dari DIY berhasil memecahkan rekor nasional. Sebelumnya, perenang dari DIY, Whilton Leo dan Boyke Dharma, memecahkan rekor nasional saat berlaga di SEA Games 1987. Whilton Leo melakukannya di nomor 200 meter gaya kupu-kupu. Sedangkan Boyke Dharma memecahkan rekornas di nomor estafet 4x200 meter gaya bebas.

“Sebuah prestasi yang membanggakan karena setelah penantian 40 tahun akhirnya muncul atlet lintasan DIY yang mampu memecahkan rekor nasional. Tak hanya rekor nasional, Arya juga melampaui rekor SEA Games,” katanya

Maryanto menyebutkan, capaian yang diraih Arya pantas mendapat apresiasi, apalagi dirinya juga meraih emas di 50 meter dan 200 meter gaya dada. Sedangkan di nomor 50 meter gaya kupu-kupu, mahasiswa yang mengambil Pendidikan Kepelatihan Olahraga (PKO) di UNY ini meraih perak setelah finis di urutan kedua yang mengantarkan dia menjadi perenang terbaik KU terbuka. Federasi Akuatik Indonesia DIY pun menganugerahkan bonus kepada Arya sebesar Rp20 juta.

“Pemberian bonus ini sebagai bentuk penghargaan untuk atlet agar kian termotivasi meraih prestasi lebih tinggi. Apalagi Arya juga sudah masuk pelatnas dan ada harapan bisa tampil di Asian Games dan menembus SEA Games 2027,” ucapnya.

Maryanto menyampaikan, DIY secara keseluruhan menorehkan prestasi yang gemilang di Kejurnas. Tidak hanya Arya tetapi atlet lain seperti Al Fath Mahesa turut menyumbang emas di nomor 50 m gaya kupu, dan juga meraih satu medali perak, dan satu perunggu. Sedangkan Sekar Anggita Nareswari merebut perak di nomor Event Solo Free Routine.

Selain itu, prestasi mengesankan diraih Gloria Adara Pramudita Wibowo dengan mendapatkan perak di nomor Stroke Event Torpedo 25 meter dan perunggu di Event Duet KU C bersama Elova Griselda Putri Dehasto.

“Kami bersyukur para atlet DIY meraih sejumlah medali di Kejurnas. Tentu, kami berharap prestasi ini bisa ditingkatkan,” ujarnya.

Menurut Ketum Maryanto, pencapaian Arya dan sejumlah atlet lain di Kejurnas merupakan upaya dari Pengda menjalankan program jangka panjang mencetak atlet berprestasi. Bila mampu mengukir prestasi, mereka pada akhirnya masuk pelatnas untuk tampil di kejuaraan internasional.

“Tugas Pengda tak lain mengantarkan anak-anak ke pelatnas. Pengda memang menyiapkan program jangka panjang untuk pembinaan atlet. Pada kepengurusan periode sebelumnya, kami memang belum melahirkan atlet berprestasi. Namun periode kali ini sudah memberi hasil lebih baik,” katanya, menambahkan.

Akuatik DIY, sebelumnya, turut menyumbang atlet yang berlaga di SEA Games 2025. Tak hanya itu, mereka juga sukses meraih medali. Atlet Avicenna Aqeel Umarella menjadi bagian dari tim putra polo air yang meraih perak setelah kalah lawan Singapura di final. Sedangkan Amazia Keyko Radisty dan Theresia Putri Argya Wibowo termasuk tim putri polo air yang kemudian mendapat perunggu setelah menempati peringkat tiga.

Sementara Arya mengatakan, dirinya merasa puas bisa memecahkan rekor nasional. Namun dia memastikan tidak akan berhenti sampai pada pemecahan rekor nasional karena menargetkan tampil di even internasional.

“Saya berharap bisa lolos ke Asian Games 2026. Hanya persaingan di Asia memang sangat ketat. Tidak hanya dari China tetapi juga Jepang, Korea Selatan yang tidak mudah dihadapi. Di Asian Games, saya fokus pada pencapaian best time lebih dulu karena berat untuk meraih medali,” katanya, mengungkapkan.

Arya meneguhkan, dirinya membidik SEA Games 2027 di Malaysia. Di ajang multievent se-Asia Tenggara ini, Arya berharap bisa mengukir prestasi.

Saat itu, menurut Ketum Maryanto, Akuatik DIY tengah mempersiapkan atlet di lima subcabor dengan target meraih medali di PON 2028. Pengda juga akan berkolaborasi dengan Kadin untuk menjadi perusahaan asuh bagi atlet.

“Kami juga akan berkolaborasi dengan universitas-universitas, Dispora dan beasiswa Garuda dengan harapan atlet tetap mendapatkan sekolah untuk masa depan mereka,” ujarnya, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....