Pakar Gempa UGM Ingatkan Masyarakat tak Perlu Panik Terkait Megathrust
- 25 Agt 2024 14:13 WIB
- Yogyakarta
KBRN, Sleman: Informasi terkait megathrust belakangan beredar di tanah air. Menanggapi hal ini pakar gempa yang juga dosen Teknik Geologi Universitas Gadjah Mada (UGM) Ir. Gayatri Indah Marliyani meminta masyarakat tidak perlu khawatir terlalu berlebihan.
“Kita tidak bisa menghindari potensi bencana sehingga yang perlu dilakukan adalah mempersiapkan diri, jangan menunggu bencana baru reaktif tetapi siapkan diri selalu,” katanya dalam Diskusi Pojok Bulaksumur UGM, Kamis (22/8/2024).
Megathrust menurutnya berpotensi terjadi di sekitar batas zona subduksi di antara dua lempeng yakni lempeng benua dan lempeng samudera. Lempeng yang tidak dapat bergerak akan menimbun energi yang kian besar sehingga dilepaskan dan menjadi gempa besar yang berpotensi menimbulkan tsunami.
“Gempa megathrust terbesar yang pernah terjadi ada di zona subduksi di Valdivia, Chile Selatan sebesar 9,5 magnitudo,” ujarnya.
Di Indonesia menurutnya zona subduksi aktif ada di area selatan Pulau Jawa, memanjang dari barat Sumatera ke Selat Suda, area timur Pulau Jawa, da selatan Pulau Lombok. Sementara itu peneliti Pusat Studi Bencana Alam Galih Aries Swastanto mengatakan pemerintah perlu memperhatikan pennggulangan bencana megathrust ini.
“Layanan kebencanaan merupakan layanan dasar yang harus diutamakan di samping sektor-sektor lain,” katanya di kesempatan yang sama.
Saat ini sistem peringatan dini di Indonesia menurutnya sudah berjalan dengan baik. Namun, masyarakat menurutnya tetap harus bersiap dan lebih tenang dalam menghadapi ancaman bencana yang bisa terjadi setiap waktu. (dev)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....