Margaria dan Perempuan Berkebaya Yogyakarta Ajak Publik Lestarikan Batik
- 03 Okt 2026 12:46 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional yang jatuh setiap tanggal 2 Oktober, Margaria Batik menggandeng Perempuan Berkebaya Yogyakarta menggelar kegiatan Unframed, Unraveling the Threads of Tradition, Jumat sore, 2 Oktober 2026, di Margaria Batik Malioboro. Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya untuk lebih memperkenalkan batik kepada masyarakat.
Kegiatan diisi dengan fashion show kain batik yang diperagakan oleh komunitas Perempuan Berkebaya Yogyakarta. Selain itu, kegiatan juga diisi dengan workshop mengenai parfum.
Vice President of Sales Margaria Group, Sakti Subastian, mengatakan melalui kegiatan tersebut pihaknya ingin memanfaatkan momentum Hari Batik Nasional untuk lebih mendekatkan batik kepada masyarakat.
“Kami bikin acara di Malioboro biar orang lihat, biar orang lebih tahu tentang batik dan pengen mengubah stigma batik itu tidak hanya dipakai di hari-hari tertentu, tapi pengen jadi everyday is batik day, itu bisa kejadian,” ucapnya saat ditemui.
Ia berharap masyarakat dapat keluar dari stigma bahwa batik hanya digunakan pada hari-hari tertentu. Sakti menilai bahwa pakaian batik, dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari tanpa menungu hari atau momentum tertentu.
Sementara itu, Pendiri sekaligus Koordinator Komunitas Perempuan Berkebaya Yogyakarta, Margaretha Tinur Suhartini, mengaku senang dan mengapresiasi penuh gelaran tersebut. Ia menyebut, tahun ini merupakan kali kedua komunitasnya mengikuti kegiatan serupa.
Berbeda dari sebelumnya, ia menjelaskan, tahun ini komunitasnya membawa penampilan baru dengan memainkan alat musik.
“Beberapa tahun yang lalu, bukan tahun lalu persis, kami belum bermain musik. Saat itu partisipasi kami dalam bentuk fashion show. Nah, tahun ini kami juga fashion show dan bermain musik. Itu yang membuat istimewa,” ucapnya saat ditemui di sela kegiatan.
Tinuk menambahkan pada kesempatan fashion show tersebut, pihaknya memamerkan kain batik dengan motif kontemporer. Menurutnya, hal itu menjadi daya tarik tersendiri bagi penonton atau masyarakat.
Pada momentum Hari Batik Nasional ini, ia juga berharap perayaan Hari Batik dapat menjadi pengingat dari generasi ke generasi bahwa batik merupakan milik bangsa Indonesia.
“Jangan sampai dibiarkan hanya tergantung di toko atau di museum. Tapi dengan selalu dirayakan, memakai, merayakannya, menularkannya, menceritakannya dari generasi ke generasi,” ujarnya.
Unframed, Unraveling the Threads of Tradition tidak hanya ditujukan kepada anggota komunitas, tetapi juga mengundang generasi muda dari berbagai kalangan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....