ICAS 2026 Tegaskan Peran dan Kontribusi Muslimah Hadapi Tantangan Global

  • 11 Jun 2026 16:27 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - International Conference on 'Aisyiyah Studies (ICAS) 2026 digelar di Kampus Terpadu Universitas 'Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta pada Kamis, 11 Juni 2026. Konferensi internasional ini menjadi ruang konsolidasi pemikiran sekaligus kolaborasi global untuk memperkuat peran perempuan Muslim dalam menghadapi berbagai tantangan global.

Rektor Unisa Yogyakarta, Warsiti menuturkan, tema ICAS 2026 yakni "Strengthening Solidarity, Nurturing the Earth" Progressive Muslim Women's Leadership for a Sustainable Civilization" adalah cerminan pentingnya peran kepemimpinan perempuan berkemajuan dalam membangun masyarakat yang tangguh dan berkelanjutan.

Ia mengatakan, penyelenggaraan konferensi tersebut menunjukkan, kontribusi perempuan tidak hanya diwujudkan melalui pelayanan kepada masyarakat. Perempuan juga berperan penting dalam pengembangan ilmu pengetahuan, penelitian, dan kolaborasi global.

"Kepemimpinan perempuan memiliki andil besar dan juga tanggung jawab besar dalam bagaimana ikut membangun solidaritas, memperkuat ketahanan masyarakat, dan memberikan solusi yang inklusif," ujar Warsiti dalam sambutannya, Kamis, 11 Juni 2026.

Perempuan, kata Warsiti, memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai kepedulian, perdamaian, dan tanggung jawab terhadap lingkungan. Karena itu menurutnya kepemimpinan perempuan berkemajuan merupakan salah satu kunci dalam mewujudkan peradaban berkelanjutan dan berkeadaban.

Sementara itu, Sekretaris Umum Pimpinan Pusat 'Aisyiyah, Tri Hastuti Nur Rochimah, mengatakan ICAS 2026 diselenggarakan sebagai wadah untuk mempertemukan berbagai gagasan dan perspektif dari berbagai negara. Forum ini diharapkan dapat menghasilkan solusi atas beragam tantangan global, seperti konflik, kemiskinan, perubahan iklim, hingga transformasi digital.

Acara ini juga sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan Milad ke-109 'Aisyiyah, 35 tahun Unisa Yogyakarta, serta 100 tahun Majalah Suara 'Aisyiyah.

"Selama 109 tahun perjalanan organisasi ini, perempuan telah membuktikan perannya dalam mengatasi konflik, mengentaskan kemiskinan, menjaga lingkungan, dan melakukan mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim," ucap Tri Hastuti.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....