Berkontribusi Besar, Kampus di Indonesia Telah Daftarkan Seperempat Juta Paten

  • 17 Sep 2026 22:26 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Surabaya - Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual Hermansyah Siregar mengatakan, DJKI saat ini mencatat sekitar 250.000 atau seperempat juta paten dalam negeri yang berasal dari perguruan tinggi dan lembaga penelitian. Namun, sebagian paten tersebut masih belum dimanfaatkan secara optimal karena proses riset dan pengembangannya belum sepenuhnya berorientasi pada kebutuhan industri.

Hermansyah menyebut kondisi tersebut sebagai bahan evaluasi bagi DJKI untuk memperkuat peran teknis dan fasilitasi dalam ekosistem paten.” Selain melaksanakan tugas pemeriksaan permohonan dan menerbitkan sertifikat paten, DJKI perlu membantu mempertemukan inventor dengan industri serta calon investor,” katanya, Kamis, 17 September siang.

Oleh sebab itu, DJKI juga berencana menyelenggarakan Forum Bisnis Paten dengan menampilkan produk-produk paten yang telah dikurasi serta mengundang industri dan calon investor untuk melakukan business matching.

“Semua produk-produk paten yang sudah dikurasi akan kita showcase di sana, kemudian kita undang para calon investor dan industri untuk langsung business matching,” ujarnya dalam sesi tanya jawab What’s Up Campus Calls Out (WCCO) di Universitas Airlangga (Unair), Surabaya.

Hermansyah menambahkan, melalui forum tersebut diharapkan dapat menghasilkan transaksi lisensi dan pengembangan teknologi di industri. Dengan demikian, paten tidak hanya menjadi dokumen pelindungan atau capaian administratif, tetapi dapat dikembangkan menjadi produk dan inovasi yang memberikan nilai tambah bagi inventor, perguruan tinggi atau kampus, serta dunia usaha.

Sementara itu terpisah, Kanwil Kemenkum DIY Agung Rektono Seto yang menyaksikan forum tersebut secara virtual menyatakan komitmen penuh jajarannya di wilayah untuk mengawal implementasi dari penguatan pelindungan paten dan komersialisasi kekayaan intelektual tersebut.

"Kanwil Kemenkum DIY siap mendukung penuh arahan Menteri Hukum dalam menjembatani ekosistem kampus dan industri. Potensi riset dan inovasi perguruan tinggi di DIY sangat melimpah, sehingga pendampingan pendaftaran paten hingga dorongan komersialisasi menjadi prioritas kami," ujar Agung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....