PJN Sebut Alasan Pembangunan Jalan Plono-Nglinggo di Kulon Progo Tak Berlanjut
- 26 Agt 2026 23:25 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Kulon Progo — Kelanjutan proyek pembangunan jalan Plono Nglinggo di Samigaluh Kulon Progo, belum dapat di Pastikan. Pelaksanaan Satuan Kerja Pelaksana Jalan Nasional (PJN) belum dapat memastikan jadwal pelaksanaan kelanjutan proyek tersebut karena masih menunggu kejelasan anggaran dan keputusan dari pemerintah pusat.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.1, Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah DIY, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Tengah - DIY, Ersy menjelaskan, instansinya murni sebagai pihak pelaksana di lapangan. Pihaknya siap mengeksekusi pengerjaan fisik kapan saja selama ada penugasan resmi beserta alokasi anggaran yang pasti.
"Kami dari PJN hanya melaksanakan tugas. Kalau memang diberi tugas dan ada dananya, kami siap melaksanakan," ujarnya, di Kulon Progo, Rabu, 26 Agustus 2026.
Ersy mengungkapkan, hingga saat ini belum ada tanda-tanda kelanjutan proyek di Samigaluh tersebut dapat terealisasi dalam waktu dekat. Bahkan, untuk perencanaan di tahun anggaran 2027, pos anggaran reguler untuk kelanjutan proyek tersebut diperkirakan belum tersedia.
"Kemarin ada usulan di IJD (Inpres Jalan Daerah) , ini masih proses dan sepertinya belum bisa. Di tahun 2027 juga di anggaran reguler sepertinya belum ada. Nanti mungkin ada alternatif lain untuk mendorong kegiatan tersebut," ujarnya.
Meski terdapat dorongan yang cukup masif dari masyarakat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab), hingga Pemerintah Daerah (Pemda) DIY agar proyek vital tersebut segera dilanjutkan dan dikawal ke tingkat pusat, Ersy menyebut bahwa PJN tidak memiliki wewenang untuk melakukan pengawalan kebijakan atau intervensi penganggaran ke pemerintah pusat.
Tugas dan fungsi teknis PJN sepenuhnya bergantung pada keputusan dan alokasi dana yang ditetapkan oleh Kementerian. "Untuk mengawal ke pusat, kami kan sebenarnya hanya pelaksana. Kami siap-siap saja untuk diberi tugas. Kalau untuk mendorong, kami tidak ada wewenang untuk itu karena posisi kami sebagai pelaksana," ucapnya.
Namun demikian, pembangunan ruas jalan ini dinilai sangat vital karena menjadi salah satu akses utama dalam mendukung dan mengembangkan ekosistem pariwisata di kawasan Perbukitan Menoreh.
Plt Direktur Utama Badan Otorita Borobudur, Yusuf Hartanto, menjelaskan, akses jalan yang memadai akan memberikan dampak pada perkembangan pariwisata di kawasan Nglinggo Barat, Nglinggo Timur, Samigaluh, serta wilayah Kabupaten Kulon Progo pada umumnya.
"Apabila akses itu sudah terbangun dengan baik, pasti pariwisata di Kabupaten Kulon Progo akan lebih maju. Efek positifnya bagi masyarakat, perekonomian tentu akan lebih menarik," ujarnya.
Yusuf memaparkan, total panjang proyek jalan Pasar Plono ini mencapai 3,47 kilometer. Dari keseluruhan target tersebut, saat ini baru terbangun sepanjang 1 kilometer, sehingga masih tersisa 2,47 kilometer lagi yang harus diselesaikan.
"Total semuanya itu 3,47 km. Sudah terbangun 1 km, berarti kurang 2,47 km. Dan itu yang kita perjuangkan bersama. Hari ini kita sudah koordinasi dengan Pak Wakil Bupati Kulon Progo, insyaallah sama-sama komitmen dan kita langsung tinjau ke lokasi," ujarnya.
Untuk menuntaskan sisa pembangunan jalan sepanjang 2,47 kilometer tersebut, BOB terus membangun sinergi dan lintas koordinasi dengan berbagai instansi tingkat pusat maupun daerah.
Langkah-langkah strategis telah ditempuh melalui kerja sama bahu-membahu dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Kementerian Pariwisata, Bappenas, Kementerian Keuangan, serta Pemkab Kulon Progo. Sinergi ini dilakukan guna mencari solusi terbaik demi kesejahteraan masyarakat dan kelancaran akses pariwisata di kawasan Pasar Plono.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulon Progo menegaskan pentingnya langkah konkrit dan kolaborasi lintas lembaga dalam rangka merealisasikan pembangunan infrastruktur jalan Plono - Nglinggo yang belum terselesaikan.
Wakil Bupati Kulon Progo, Ambar Purwoko, menegaskan bahwa upaya yang dilakukan sekarang ini merupakan ikhtiar demi kepentingan masyarakat luas. Pembangunan akses jalan tersebut dinilai sangat penting, untuk mendukung sektor pariwisata sekaligus mempermudah mobilitas serta konektivitas ekonomi warga setempat.
"Tentunya harapan ini adalah kita harus segera berkolaborasi dalam artian bukan hanya angan-angan. Apapun langkah, upaya, dan daya harus kita upayakan untuk masyarakat yang terbaik," ujarnya.
Menurut Ambar, infrastruktur yang memadai akan memberikan multiplier effect bagi kawasan Samigaluh dan sekitarnya. Selain mempermudah akses warga ke pasar, jalur Plono Nglinggo juga memegang peranan strategis karena berbatasan langsung dengan kawasan Candi Borobudur.
"Selain di bidang pariwisata, tentu yang lainnya juga akan mengintegrasikan perekonomian, misalnya akses ke pasar lebih mudah. Pariwisata apalagi, daerah yang kita upayakan ini berbatasan dengan Borobudur. Ke depan lintas itu menjadi target pariwisata semuanya, dari Samigaluh bisa ke Borobudur lebih dekat, Borobudur ke Samigaluh juga lebih dekat," ucapnya.
Pemkab Kulon Progo bersama BOB, lanjut Ambar, sejauh ini terus aktif melakukan pengajuan alokasi anggaran serta menyusun bahan dukungan ke pemerintah pusat. Ambar berharap berbagai proses pengajuan ini dapat segera membuahkan hasil agar pengerjaan fisik dapat terwujud pada target perencanaan mendatang.
"Langkah konkrit sudah dilakukan, dari pengajuan anggaran hingga bahan dukungan, kita sama BOB sudah dilaksanakan semuanya. Hari ini tadi sudah disampaikan pemaparannya. Kita berusaha dan berupaya, namanya ikhtiar kita menyempurnakan ikhtiar," katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....