Membedah Sejarah Perjuangan Sultan HB II Menjaga Marwah Bangsa dalam Geger Sepoy
- 07 Agt 2026 16:17 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Membedah peran penting perjuangan Sri Sultan Hamengku Buwono II dalam mempertahankan martabat dan marwah bangsa dalam melawan penjajah dibedah dalam sarasehan yang digelar Yayasan Vasatii Socaning Lokika bersama para perwakilan Trah Sri Sultan HB II, di Kota Yogyakarta, Kamis petang, 6 Agustus 2026. Sultan HB II tercatat secara konsisten menolak tunduk pada tekanan kekuatan asing, mulai dari era VOC.
Pembina Yayasan Vasatii Socaning Lokika, R. Ngt Ira Damayanti mengatakan, sarasehan ini penting selain membedah sejarah panjang perjuangan HB II, sekaligus upaya yang disyaratkan dalam UU Nomor 20 tahun 2009 dalam mengusulkan Sultan HB II sebagai Pahlawan Nasional. Diakui, proses pengusulan ini masih menemui jalan yang sangat berliku.
"Sampai detik ini belum ada kejelasan mengenai Pahnasnya (Pahlawan Nasional) seperti dilempar sana, dilempar sini, terombang-ambing lagi tuh penggelaran ini. Jadi kan amanah dari undang-undang itu kita harus mengadakan sarasehan, seminar, kemudian harus ada naskah akademik. Nah, naskah akademiknya itu sudah ada sebetulnya," katanya disela Sarasehan.
Ira mengungkapkan, sejarah panjang Sri Sultan Hamengku Buwono II dalam perjuangan menjaga kedaulatan negara tidak hanya berhenti pada penyerangan saat peristiwa Geger Sepehi, tetapi lebih dari hal tersebut adalah tentang keteguhan hati HB II untuk tidak mau tunduk dengan penjajah, meski sudah terkepung kekuatan besar. Sultan HB II tercatat secara konsisten menolak tunduk pada tekanan kekuatan asing, mulai dari era VOC, pemerintahan Herman Willem Daendels, hingga invasi Inggris yang memicu peristiwa tragis Geger Sepehi (Geger Sepoy) pada 1812.
"Beliau sangat visioner pada zamannya, bahkan sampai mengumpulkan prajurit wanita untuk bertempur melawan penjajah. Beliau tidak mau martabat dan kedaulatan budaya kita diinjak-injak oleh tamu asing yang memaksakan kehendak," ucapnya.
Keteguhan sikap tersebut harus dibayar mahal oleh Sultan HB II dengan penangkapan, perampasan harta benda pihak keraton, hingga pengasingan ke Pulau Pinang (Penang) dan Ambon. Namun, Ira menekankan bahwa fakta sejarah tersebut merupakan bukti nyata dedikasi HB II tanpa pernah mencari suaka politik atau berkompromi dengan penjajah.
"Sebetulnya Geger Sepoy itu adalah akibat dari kekerasan hati Beliau tidak mau kalah dengan penjajah. Nah, itu kan tanda petik harusnya kita semua sudah tahu bahwa Beliau itu pantas menjadi menjadi pahlawan," ujarnya
Langkah Hukum Pengusulan Pahlawan Nasional di Mahkamah Konstitusi
Terkait proses di MK, tim hukum dari Yayasan Vasoetitisokaninglogika saat ini terus mengawal jalannya persidangan judicial review yang diajukan sejak beberapa bulan lalu. Ira menjelaskan, meski keturunan HB II banyak orang besar seperti presiden, tetapi diakui kurang bersatu.
Apalagi ketika disyaratkan dalam pengajuan Pahlawan Nasional Sultan HB II adanya tanda tangan dari keturunannya. Padahal diungkapkannya, seluruh keturunan yang tersebar bahkan hingga generasi ke-12 tidak lagi masuk akal secara administratif.
"Putra Sultan HB II saja ada 80 orang. Kalau dihitung sampai cucu dan cicit generasi ke-12 yang tersebar di mana-mana, bagaimana cara mencari mereka satu per satu? Ini birokrasi yang mustahil. Karakter dan rekam jejak perjuangan Beliaulah yang seharusnya menjadi fokus utama penilaian," ujarnya.
Ira menyebutkan, gugatan di MK ini masih terus berproses dan dipantau ketat. Yayasan juga ingin aturan yang ada dikaji kembali agar masuk akal.
"Syarat pengusulan pahlawan nasional jangan sampai terkunci oleh formalitas syarat administratif di atas kertas yang mengabaikan kenyataan sejarah bahwa Beliau adalah pahlawan sejati," ujarnya, menjelaskan.
Meski menghadapi tantangan birokrasi dan regulasi, pihak keluarga dan yayasan mengaku tetap optimistis. Berbagai sarasehan, seminar akademik, hingga penyusunan naskah akademik tingkat kabupaten, provinsi, hingga pusat terus digelar guna membuka mata publik atas jasa besar Sultan Hamengku Buwono II bagi bangsa dan negara.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....