Indonesia-India Resmikan Konservasi Warisan Dunia Prambanan
- 09 Jul 2026 19:31 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Sleman – Indonesia dan India memulai babak baru kerja sama pelestarian warisan budaya melalui dimulainya konservasi Kompleks Candi Prambanan di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Peresmian dilakukan oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, bersama Perdana Menteri India, Narendra Modi, pada Rabu, 8 Juli 2026.
Kerja sama tersebut ditandai dengan pembukaan plakat konservasi di kawasan Candi Prambanan. Langkah ini menjadi tonggak baru dalam penguatan hubungan budaya kedua negara sekaligus menegaskan komitmen bersama menjaga salah satu situs warisan dunia yang diakui UNESCO.
Peresmian turut disaksikan Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X, yang mendampingi rangkaian kunjungan kenegaraan kedua pemimpin. Bagi Pemerintah Daerah DIY, kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat pelestarian warisan budaya sekaligus meneguhkan Yogyakarta sebagai ruang diplomasi budaya yang mempertemukan peradaban Indonesia dan India.
Kunjungan PM Narendra Modi ke Prambanan merupakan bagian dari agenda kenegaraannya di Indonesia. Momentum tersebut menunjukkan bahwa hubungan kedua negara tidak hanya dibangun melalui kerja sama politik, ekonomi, dan strategi, tetapi juga berakar pada ikatan budaya yang telah terjalin lebih dari seribu tahun.
Suasana Kompleks Candi Prambanan sejak pagi dipenuhi nuansa budaya. Presiden Prabowo dan PM Modi disambut masyarakat serta pertunjukan seni yang menggambarkan eratnya hubungan sejarah Indonesia dan India. Relief kisah Ramayana di dinding candi menjadi simbol perjalanan panjang pertukaran nilai, pengetahuan, dan kebudayaan kedua bangsa.
Presiden Prabowo menyambut positif kesepakatan konservasi dan restorasi Kompleks Candi Prambanan yang disepakati kedua pemerintah.
"Pada kesempatan yang berbahagia ini, saya menyambut baik kesepakatan konservasi dan restorasi Kompleks Candi Prambanan antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Republik India," ujar Presiden Prabowo.
Menurut Presiden, Prambanan tidak hanya merepresentasikan kejayaan sejarah dan budaya Indonesia, tetapi juga menjadi penanda kuat hubungan peradaban kedua negara yang telah berlangsung lebih dari satu milenium.
"Candi Prambanan bukan hanya simbol kejayaan sejarah dan kebudayaan Indonesia, tetapi juga menjadi pengingat akan kuatnya hubungan peradaban yang telah terjalin antara Indonesia dan India selama lebih dari 1.000 tahun," kata Presiden.
Ia menambahkan bahwa budaya merupakan jembatan yang mampu mempererat hubungan antarbangsa sekaligus membangun kepercayaan untuk menghadapi masa depan bersama.
"Budaya adalah jembatan yang mampu menyatukan bangsa-bangsa, memperkuat saling pengertian, serta membangun kepercayaan untuk menghadapi masa depan bersama," ujar Presiden.

Sementara itu, PM Narendra Modi mengaku bangga dapat terlibat dalam dimulainya konservasi kompleks candi yang telah berusia sekitar seribu tahun tersebut.
"Saya merasa sangat beruntung mendapat kesempatan memulai pekerjaan restorasi dan renovasi warisan budaya yang telah berusia sekitar 1.000 hingga 1.200 tahun ini. Saya sangat antusias," ujar Modi.
Modi juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Indonesia yang dinilai berhasil menjaga kelestarian Prambanan selama berabad-abad.
"Saya menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada masyarakat Indonesia karena telah menjaga dan merawat warisan budaya yang begitu besar ini dengan penuh pengabdian," kata Modi.
Ia optimistis proyek konservasi ini akan meningkatkan minat wisatawan maupun peziarah dari India untuk berkunjung ke Indonesia, khususnya Yogyakarta.
"Saya yakin setelah dimulainya proyek revitalisasi ini, wisatawan dan peziarah dari India akan semakin banyak datang mengunjungi tempat ini," ujarnya.
Kerja sama konservasi akan difokuskan pada revitalisasi Candi Perwara yang mengelilingi tiga candi utama Prambanan. Dari lebih dari 200 Candi Perwara yang ada, baru sebagian kecil yang telah dipugar. Kolaborasi ini mencakup kajian teknis, penguatan dokumentasi ilmiah, pertukaran keahlian konservasi, hingga pengembangan teknologi pelestarian cagar budaya.
Selain pemugaran fisik, kedua negara juga akan memperkuat kapasitas sumber daya manusia di bidang arkeologi dan konservasi serta memperkaya pengetahuan mengenai pengelolaan situs warisan dunia yang berkelanjutan. Dengan demikian, Prambanan diharapkan tidak hanya terjaga secara fisik, tetapi juga semakin berperan sebagai ruang pembelajaran sejarah dan peradaban bagi generasi mendatang.
Bagi DIY, dimulainya konservasi ini menjadi momentum untuk semakin mengukuhkan posisi Yogyakarta sebagai pusat kebudayaan nasional sekaligus ruang dialog antarperadaban dunia. Prambanan tidak hanya menjadi destinasi wisata dan situs sejarah, tetapi juga simbol persahabatan yang mempererat hubungan Indonesia dan India melalui pelestarian warisan budaya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....