Proses Belajar Harus Imbang di Era Digital

  • 22 Jun 2026 19:11 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Jakarta – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq, menekankan konsep keseimbangan dalam proses belajar. Yaitu seimbang dalam penggunaan perangkat digital, dengan tradisi belajar yang bisa mendukung tumbuh kembang murid.

Sebab menurut Fajar, transformasi digital bukan sekedar menghadirkan perangkat canggih ke sekolah. Perangkat teknologi harus digunakan secara bijak, agar tidak mengganggu perkembangan kognitif, kreativitas, maupun kesehatan mental peserta didik selama mereka dalam masa belajar.

Di berbagai sekolah, pemerintah telah menghadirkan Interactive Flat Panel (IFP) yang mendukung konsep pembelajaran modern. Namun, Fajar mengingatkan, jika kehadiran teknologi jangan sampai membuat para murid menjadi pasif atau mengurangi peran guru sebagai fasilitator pembelajaran.

”Jangan sampai murid kehilangan daya kreativitas, guru kehilangan inovasinya,” ujarnya secara tertulis, Senin, 22 Juni 2026. ”Kalau seperti itu, maka IFP telah menggantikan peran-peran pedagogis guru, dan itu adalah satu musibah.”

Sebuah fakta menunjukkan, dunia pendidikan saat ini sedang menghadapi tantangan baru, akibat pesatnya perkembangan teknologi digital. Selain membuka akses informasi yang luas, juga membawa bermacam risiko.

Seperti menurunnya fokus belajar, kecemasan, hingga fenomena brain rot (menurunnya kemampuan berpikir) akibat paparan gawai yang berlebihan. Maka, Kemendikdasmen menurut Fajar, mengenalkan konsep transformasi pedagogis berbasis Deep Learning (pembelajaran mendalam).

”Pengalaman belajar murid ditempatkan sebagai pusat proses pembelajaran,” katanya. ”Di saat yang sama, kebiasaan menulis manual tetap dipertahankan melalui penyediaan buku tulis untuk membantu menstimulasi kemampuan motorik halus dan proses berpikir yang lebih mendalam.”

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....