Ormas Aisyiyah Menekankan Pentingnya Memperkuat Dakwah Kemanusiaan
- 18 Mei 2026 21:47 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Di tengah kondisi global dan geopolitik yang belum stabil, ‘Aisyiyah menyoroti pentingnya memperkuat dakwah kemanusiaan. Hal itu disampaikan dalam peringatan Milad ke-109 yang digelar di SM Tower Malioboro Yogyakarta pada Senin, 18 Mei 2026, dengan tema “Memperkokoh Dakwah Kemanusiaan untuk Mewujudkan Perdamaian”.
Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Salmah Orbaniyah, menegaskan bahwa sejak awal, dakwah Aisyiyah memang berorientasi pada kedamaian dan keadilan. Menurut dia, semangat itu menjadi landasan gerak organisasi dalam menjawab berbagai persoalan umat dan bangsa.
“Dakwah-dakwah kemanusiaan Aisyiyah itu dari awal memang sudah menekankan untuk mewujudkan kedamaian dan keadilan di muka bumi ini. Aisyiyah dari awal itu dakwahnya sudah menekankan kepada aspek kemanusiaan dalam segi dan skala yang luas,” ucap Salmah.
Ia menjelaskan, semangat kemanusiaan tersebut juga tercermin dalam langkah nyata organisasi di bidang hukum. Sejalan dengan agenda penguatan reformasi hukum, PP Aisyiyah telah meresmikan 116 Pos Bantuan Hukum (Posbankum) untuk memperluas akses perlindungan hukum bagi masyarakat.
Menurut Salmah, keberadaan Posbankum itu diharapkan dapat membantu kelompok rentan yang selama ini kesulitan mendapatkan pendampingan hukum. Dengan begitu, perlindungan hukum tidak hanya menjadi milik kelompok tertentu, tetapi juga lebih mudah dijangkau masyarakat luas.
Di sisi lain, Salmah menyoroti kondisi ekonomi masyarakat yang turut terdampak kenaikan harga kebutuhan hidup. Ia mengatakan, Aisyiyah bersama Muhammadiyah mendorong sikap efisiensi dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari.
“Aisyiyah juga terus kampanye untuk mematuhi sebagaimana Muhammadiyah sudah mengeluarkan (surat edaran) untuk harus efisiensi dalam banyak hal,” kata Salmah. Ia menilai, langkah itu penting agar masyarakat bisa lebih bijak dalam menghadapi situasi ekonomi yang tidak menentu.
Salmah juga mengimbau untuk tidak membeli dolar sebagai bentuk investasi. Menurut dia, kebiasaan itu justru dapat memicu inflasi dan berdampak pada kondisi ekonomi masyarakat secara lebih luas.
“Jadi kalau saran saya, jangan itu investasi dolar ya. Akan meningkatkan inflasi dan memenangkan perang, mendukung perang itu di luar. Karena dampaknya sangat terasa buat kita semua,” ucap Salmah. (Aryasena)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....