Menteri PPPA: Penanganan Korban Jadi Prioritas usai Tragedi Bekasi Timur

  • 30 Apr 2026 01:03 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, mengatakan bahwa fokus utama pemerintah saat ini adalah memastikan penanganan terbaik bagi seluruh korban kecelakaan kereta di Bekasi Timur. Melalui Kementerian PPPA, pemerintah juga memastikan perlindungan terhadap kelompok rentan, khususnya anak-anak yang kehilangan orang tua dalam peristiwa tersebut.

"Kementerian PPPA hadir untuk memastikan hak korban dan anak-anak yang ditinggalkan orang tuanya dalam tragedi ini tidak terabaikan. Kami sangat berduka atas jatuhnya korban jiwa dalam peristiwa ini," ujar Arifah dalam pernyataan resminya yang diunggah di akun Instagram KemenPPPA, Rabu, 29 April 2026.

KemenPPPA berkomitmen memberikan pendampingan psikologis, perlindungan, serta dukungan yang dibutuhkan keluarga korban yang mengalami trauma. Arifah menambahkan, penanganan korban dilakukan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto agar berlangsung cepat, adil, dan komprehensif.

Dalam pernyataanya, Arifah juga menyampaikan duka cita mendalam atas insiden kecelakaan yang melibatkan Kereta Api Argo Bromo dengan Kereta Rel Listrik (KRL) di Stasiun Bekasi Timur pada Senin, 27 April 2026 lalu. "Kami menyampaikan duka cita yang mendalam. Hati dan doa kami bersama seluruh korban serta keluarga yang ditinggalkan," ujarnya.

Selain itu, Arifah menekankan pentingnya empati dalam merespons situasi duka. Ia juga mengakui bahwa pernyataannya sebelumnya terkait usulan pemindahan gerbong khusus perempuan kurang tepat dan telah menyampaikan permohonan maaf kepada publik.

Menurutnya, dalam kondisi seperti ini, keselamatan dan penanganan korban harus menjadi prioritas utama, tanpa membedakan latar belakang penumpang. "Keselamatan seluruh masyarakat adalah prioritas nomor satu, baik perempuan maupun laki-laki," katanya.

Ia pun mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk memusatkan perhatian pada penanganan korban serta upaya perbaikan sistem keselamatan transportasi publik agar tragedi serupa tidak terulang. "Keselamatan seluruh penumpang harus menjadi prioritas tertinggi dalam setiap kebijakan transportasi ke depan," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....