Musisi Jogja Peduli, Berangkat dari Nol Rupiah Bekerja Bagai Bandung Bondowoso
- 01 Sep 2026 19:50 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Dorongan rasa peduli dan kemanusiaan bisa mewujudkan sebuah gerakan masif yang mendobrak seluruh lini. Hal ini tercermin dari gerakan 15 musisi dan sekitar 70 pelaku pekerja seni di Yogyakarta dalam menggelar konser amal bertajuk "Musisi Jogja Peduli NTT & Kalimantan", di Jogja Expo Center (JEC), Selasa, 1 September 2026.
Perwakilan Penyelenggara, Bejo Kahono mengatakan, panggung megah yang digelar jika dinilai dari modal adalah nol rupiah. Di mana ide untuk menggelar konser amal muncul pada hari Jumat, 28 Agustus 2026 yang kemudian dimatangkan pada hari berikutnya, dan Senin 31 Agustu 2026 melakukan audiensi dengan Polres Bantul sebagai tempat penyelenggaraan event.
"Kalau dinilai dengan modal yang memang teman-teman ini bergerak dengan Nol rupiah. Awalnya memang kami hanya membangun semua ini semua ini hanya berlandaskan kemanusiaan dan kepedulian yang hingga akhirnya tumbuh rasa kepercayaan, saling percaya, saling dukung, dan saling sengkuyung," katanya.
Bejo menambahkan, timeline pekerjaan yang dilakukan teman-teman vendor didorong rasa peduli sehingga dilakukan selama 24 jam, 12 jam di tanggal 29 Agustus dan 12 jam di tanggal 30 Agustus 2026. Bahkan timeline yang ditetapkan in seakan tanpa ada aral melintang sehingga semua bisa berjalan lancar.
"Jadi, sebuah event promotor besar mana yang mampu mengerjakan itu dalam waktu 3 hari, ini kalau enggak kuasa Allah, campur tangan orang baik dan niat tulus teman-teman semuanya, saya rasa itu satu hal yang sangat-sangat sulit dan mungkin nilainya juga luar biasa ketika itu dikerjakan dalam waktu yang sesingkat itu. Ada hampir 70 lebih vendor dengan satu timeline yang dibuatkan Mas Sofyan ini begitu luar biasa, itu semua hilirisasinya itu berjalan dengan ya beriringan senada," ucapnya.
Perwakilan Event Organizer (EO), Heri Kuswanto mengungkapkan, tidak ada pertemuan secara khusus yang dilakukan untuk menggelar "Musisi Jogja Peduli NTT & Kalimantan". Menurutnya, pertemuan perdana justru dilakukan dengan telepon grup yang dilakukan teman-teman saat Bantul Peduli Aceh.
"Alhamdulillah eh niat baik ini gayung bersambut dari vendor, dari catering, bahkan sampai hari ini pun kita alhamdulillah sudah di-support catering untuk logistik hingga hari H," ujarnya.
Sementara itu, Perwakilan Vendor, Hariyanto mengakui, info terkait adanya konser amal yang didapatkannya pada hari Minggu, 30 Agustus 2026. Ketika mendapatkan kabar tersebut, tanpa berfikir panjang langsung mendukung.
"Jadi ketika kami di hari Minggu dapat jawilan dari beliau Mas Nanda bahwa akan ada konser amal, itu apa yang bisa di-support? kami langsung jawab bahwa kami support seratus persen kalau acara itu untuk amal. Dan beliau juga bilang bahwa semua hasil penjualan tiket akan disumbangkan ke saudara-saudara kita yang terdampak bencana," katanya, mengungkapkan.
Informasi yang didapatkan ini lanjut Hariyanto, langsung diteruskan ke vendor lainnya untuk turut serta bergotong royong. Info tersebut langsung diambil dan disengkuyung puluhan vendor lainnya di Yogyakarta sehingga panggung megah ini bisa berdiri.
Lebih lanjut Bejo Kahono mengungkapkan, musisi dan pelaku pekerja seni yang saling bergandeng tangan untuk membentuk sebuah gerakan ini tidak hanya bisa menghadirkan panggung megah tetapi juga logistik. Bahkan berlandaskan kepercayaan event besar ini digerakkan tanpa harus hadir dan bertatap muka.
"Alhamdulillah juga dari RSUP Dr. Sardjito mengirimkan 35 tenaga medis," ucapnya.
Perwakilan vendor memperkirakan dengan panggung megah dan deretan musisi yang bergandeng tangan untuk membantu korban bencana baik di NTT maupun Kalimantan ini jika dirupiahkan bisa menelan sekitar Rp2,5 miliar rupiah hanya untuk musisi dan vendor. Bahkan, dengan tiket Rp50-80 ribu dipastikan pelaksanaannya akan merugi, tetapi hal ini bisa terwujud dengan semangat bersama untuk mendukung korban bencana agar segera bangkit dan pulih.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....