Survei UAD: Generasi Muda Anggap Muhammadiyah Rasional dan Mudah

  • 31 Mar 2026 22:11 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Pusat Studi Kebijakan Publik (PSKP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) resmi merilis laporan survei nasional bertajuk "Muhammadiyah di Mata Anak Muda" pada Maret 2026. Laporan ini memotret secara objektif bagaimana Generasi Z dan Milenial memandang peran, kontribusi, serta relevansi Muhammadiyah di tengah disrupsi zaman.

Kepala PSKP-UAD, Dr Azaki Khoirudin, MPd, menyatakan, survei ini merupakan ikhtiar akademik untuk memetakan persepsi kelompok muda secara empiris dan terukur. "Temuan kami menunjukkan adanya Collective Pride atau kebanggaan kolektif yang sangat tinggi, di mana 91 persen responden menyatakan bangga terhadap Muhammadiyah," ujarnya, Senin 30 Maret 2026.

Salah satu temuan paling krusial adalah fakta bahwa Muhammadiyah kini tidak lagi hanya dipandang sebagai organisasi dakwah tradisional. Data menunjukkan bahwa 46,5 persen responden yang merasa bangga justru bukan berasal dari kalangan kader Muhammadiyah.

Hal ini mengindikasikan bahwa Muhammadiyah telah sukses membangun citra sebagai "brand" yang kredibel dan memberikan manfaat nyata bagi publik luas, lintas kalangan, dan lintas iman.

Azaki Khoirudin lantas menjelaskan, di tengah menurunnya kepercayaan publik terhadap institusi formal, Muhammadiyah justru meraih angka kepercayaan 90 persen sebagai organisasi yang berperan penting bagi bangsa.

"Ini adalah sinyal bahwa anak muda lebih menghargai kontribusi nyata ketimbang janji politis," ucap dia, menegaskan.

Generasi digital memberikan apresiasi tinggi terhadap fleksibilitas Muhammadiyah. Sebanyak 90,9 persen responden menilai Muhammadiyah sebagai organisasi yang modern dan terbuka, sementara 89 persen menganggap cara beragama ala Muhammadiyah sangat simpel, rasional, dan tidak kaku.

"Muhammadiyah sukses melakukan branding cara beragama yang kompatibel dengan gaya hidup digital," ucap Azaki.

Ia juga menambahkan, data ini membuktikan anak muda tidak meninggalkan agama, melainkan hanya meninggalkan cara beragama yang rumit dan mencari tawaran yang "Simple, Easy, and Rational". Hal ini tercermin dari dukungan 82,9 persen anak muda terhadap inisiasi Kalender Hijriyah Global Tunggal (KHGT) dan preferensi 87,9 persen responden terhadap shalat tarawih 11 rakaat.

Pendidikan dan aksi sosial

Dalam sektor pelayanan publik, Muhammadiyah dinilai sebagai Social Enterprise raksasa yang kualitasnya diakui secara luas. Sebanyak 88,1 persen anak muda menyebut kualitas pendidikan Muhammadiyah sangat "worth it" atau sebanding dengan biaya yang dikeluarkan.

Layanan kesehatan pun mendapat nilai tinggi dengan tingkat kepuasan mencapai 86,1 persen. Menariknya, program bantuan bencana melalui Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) menjadi wajah paling ikonik bagi 69,3 persen anak muda.

Azaki lantas mencatat adanya "Action Bias" di kalangan generasi muda yang lebih memberikan atensi pada program bersifat heroik, visual, dan menyentuh kebutuhan sosial mendesak.

Meskipun mendulang sentimen positif, survei ini juga memberikan catatan kritis yang tajam. Isu penerimaan konsesi tambang memicu polarisasi opini, di mana angka penolakan mencapai 46 persen. Penolakan ini mayoritas datang dari kelompok netral atau masyarakat umum (56,4 persen) yang mengkhawatirkan risiko etika lingkungan dan moral.

“Selain itu, terdapat tantangan persepsi biaya di wilayah perkotaan. Meskipun 84,6 persen anak muda di pedesaan menilai sekolah Muhammadiyah terjangkau, 31 persen responden di kawasan urban justru menganggap biayanya tidak lagi murah,” ujarnya, menambahkan.

PSKP UAD memberikan rekomendasi agar Muhammadiyah terus melakukan mitigasi reputasi pada isu lingkungan, mengevaluasi strategi keterjangkauan pendidikan di kota besar, serta memperkuat pengaruh kultural (soft power).

"Mari kita jadikan temuan ini sebagai kompas untuk memastikan Muhammadiyah tetap menjadi gerakan Islam Berkemajuan yang terus memenangkan hati dan pikiran generasi masa depan," kata dia, menandaskan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....