Gema Selawat UII, Syiar Keteladanan Rasulullah dalam Menghargai Kemanusiaan
- 29 Mei 2026 21:08 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Universitas Islam Indonesia (UII) dalam rangka Milad ke-83 menggelar Festival Lomba Hadroh Banjari Tingkat SMA/SMK/MA Sederajat, Jumat, 29 Mei 2026. Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Gedung KHA Wahid Hasyim, Fakultas Ilmu Agama Islam, UII ini menjadi syiar sekaligus ruang apresiasi seni Islam bagi generasi muda, khususnya pelajar SMA/SMK/MA sederajat dari berbagai daerah di Indonesia.
Rektor UII, Fathul Wahid mengatakan, Gema Selawat, Festival Lomba Hadroh Banjari Tingkat MA/SMA/SMK sederajat ini menjadi sebuah syiar kebaikan melalui wasilah selawat. Sehingga bagi umat muslim cinta Rasulullah dan Nabi termasuk meneladani dan mengamalkan ajarannya.
"Kita berharap kalau semuanya meneladan Rasulullah, insyaallah dunia ini aman, tertib, ayem, tentrem," katanya.
Rasulullah SAW, dijelaskan Fathul Wahid, menghargai perbedaan serta menghargai sesama. Apapun itu, lintas suku, lintas agama, sehingga keteladanan yang diajarkan Rasulullah Muhammad SAW jika dijalankan dunia ini akan aman dan luar biasa.
"Suatu saat Nabi pernah berdiri karena ada mayat lewat dan oleh sahabat dikasih tahu mayatnya, itu mayatnya orang Yahudi loh Nabi. 'Loh dia kan manusia', jadi menghargai manusia itu juga ajaran Nabi," ujarnya.
Melalui Gema Selawat ini, UII lanjut Rektor, ingin mengingatkan dengan cara bahagia, bahwa Nabi itu mengajarkan hal yang menentramkan dan membahagiakan.
Ketua Panitia Milad ke-83 UII, Dr. Rizqi Anfanni Fahmi, S.E.I., M.S.I., dalam laporannya menyampaikan, pada Festival Lomba Hadroh Banjari UII tahun ini, total ada 13 finalis dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk Bengkulu dan Lampung. Menurutnya, Gema Selawat ini diharapkan bisa digelar rutin menjadi ciri syiar Islam di UII.
"Kehadiran para finalis dari berbagai daerah menunjukkan bahwa seni hadroh banjari memiliki daya tarik kuat di kalangan pelajar dan terus berkembang sebagai bagian dari tradisi dakwah, kreativitas, serta ekspresi keislaman. Melalui Gema Selawat, Universitas Islam Indonesia berupaya memperkuat nilai religius, budaya, dan kebersamaan di lingkungan pendidikan," ucapnya.
Kegiatan ini lanjut Dr. Rizqi, juga menjadi sarana untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap selawat, seni Islami, dan tradisi pesantren yang hidup di tengah masyarakat. Selain menjadi ajang perlombaan, Gema Selawat juga membawa pesan penting tentang syiar Islam yang damai, kreatif, dan membangun karakter.
"Para peserta tidak hanya menampilkan kemampuan musikal, tetapi juga menunjukkan kekompakan, kedisiplinan, adab, dan semangat berkompetisi secara sehat. Panitia berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda positif yang terus berkembang pada tahun-tahun berikutnya," ujarnya, mengungkapkan.
Gema Selawat diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang mencintai seni Islam, menjaga tradisi selawat, serta berperan aktif dalam memperkuat nilai-nilai keagamaan di ruang publik.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....