Menjelang Muktamar NU ke-35, Keluarga Besar Bani Wahab Gelar Konsolidasi di DIY

  • 29 Mar 2026 07:45 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Menjelang Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35, Bani (keturunan) K.H. Abdul Wahab Chasbullah merapatkan barisan dengan menggelar Halal Bihalal di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Tradisi yang untuk pertama kalinya berlangsung di Yogyakarta setelah sekian lama di Jombang, Jawa Timur ini juga digelar pertemuan penting.

Cicit KH. Abdul Wahab Chasbullah Muhammad Romahurmuziy mengatakan, KH Abdul Wahab Chasbullah merupakan salah satu tokoh pendiri dan penggerak NU, ormas Islam terbesar di Indonesia, selain KHM Hasyim Asy’ari dan KH Bisri Syansuri. Menurutnya, Halal Bihalal yang digelar di DIY ini, menjadi tradisi baru sekaligus dilakukan menyambut Muktamar NU ke-35.

"Hari ini memang berkumpul di sini, untuk membuat tradisi baru, sekaligus memang ini dilakukan sebagai bagian dari sambutan kita terhadap Muktamar NU ke-35 yang mestinya digelar pada tahun ini. Insyaallah menurut informasi terakhir itu akan diadakan pada bulan September," katanya, disela Halal Bihalal Keluarga Besar Bani KH. Abdul Wahab Chasbullah, di SMA Global Darussalam Academy, Sabtu, 28 Maret 2026.

Romahurmuziy atau Gus Rommy mengungkapkan, anggota keluarga Bani Wahab banyak yang menduduki kepengurusan baik di tingkat besar, wilayah, maupun cabang, sehingga diharapkan nantinya pada Muktamar ke-35 NU, terbentuk pengurus yang solid. Pasca acara Halal Bihalal, juga dilanjutkan pertemuan terbatas dalam rangka menyikapi Muktamar NU.

"Karena sebagai zuriah, kami memang menyayangkan kemarin terjadinya ketegangan di lingkungan NU, terutama di pengurus besar NU. Kami berharap islah yang kemarin sudah tercapai itu betul-betul berjalan secara paripurna dan muktamar besok itu betul-betul bisa dikawal oleh para zuriah pendiri NU baik Bani Hashim, Bani Bisri, maupun Bani Wahab," ucapnya.

Melalui kepengurusan yang solid, Gus Rommy menegaskan, NU dapat semakin memastikan kontribusinya dalam meningkatkan kualitas SDM di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), apalagi dengan jumlah jemaahnya yang terbesar.

Gus Rommy mengungkapkan, banyak isu yang akan dibawa Muktamar NU seperti yang utama menetukan kedudukan NU sebagai khadimul ummah atau sebagai pelayan umat. Karena seluruh underbow di lingkungan Nahdatul Ulama, semuanya bergerak dalam pelayanan umat.

Dari sisi pendidikan setidaknya sudah ada 30.000 pondok pesantren di bawah Rabithah Ma'ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI-NU) , Asosiasi Pondok Pesantren di lingkungan Nahdatul Ulama. Kesehatan, parenting, termasuk pendidikan mulai dari tingkat PAUD sampai dengan perguruan tinggi.

Lebih lanjut terkait pertemuan terbatas, Gus Rommy menjelaskan, akan diikuti perwakilan 11 Bani dari Bani Wahab untuk membuat kesepakatan yang akan disuarakan dalam Muktamar NU mendatang. Yang kedua Bani Wahab menginginkan sebuah resolusi yang mengakhiri semua kemungkinan terjadinya ketegangan yang dapat berulang.

"Agar NU ini yang selama ini dikenal sebagai jamiah yang terbesar tidak menjadi bulan-bulanan, tidak menjadi contoh yang tidak baik, karena pada dasarnya pendiri dari Nahdatul Ulama ini adalah para masyayikh, para ulama yang alim allamah dan kontribusinya ke NKRI tidak pernah itungan. Mereka semua mengorbankan apa yang dipunyai untuk pertahanan Republik Indonesia, tentu kita mengajak agar ormas Islam yang lain juga memiliki sikap yang sama, bahwa pembelaan terhadap NKRI adalah tanpa batas," ujarnya.

Muhammad Romahurmuziy disela Halal Bihalal Keluarga Besar Bani KH. Abdul Wahab Chasbullah, yang digelar di SMA Global Darussalam Academy, Sabtu, 28 Maret 2026. (Foto: RRI/Dyan Parwanto)

Ditanya tekait dirinya ingin mencalonkan dalam kepemimpinan Pengurus Besar NU pada Muktamar ke-35 NU, Gus Rommy tidak menjawab secara gamblang. Hanya saja diakui saat ini dirinya masih berkhidmat di Nahdlatul Ulama pada bidang yang sekarang sedang digelutinya yaitu pendidikan.

"Tentunya saya tidak dalam posisi mengiyakan atau tidak soal bursa ini karena masih cukup lama waktunya dan kita kembalikan saja semuanya kepada Muktamirin. Yang jelas saya ingin berkontribusi pada bidang yang saat ini sedang saya geluti yaitu dunia pendidikan untuk menyiapkan generasi-generasi emas yang sesungguhnya, agar kita bisa bikin drone sendiri, agar kita bisa dilihat orang bukan hanya sebagai negara teraman tetapi juga menjadi negara terkuat di kawasan," ujarnya, mengungkapkan.

Disinggung kemungkinan Bani Wahab memberikan dukungan untuk dirinya. Gus Rommy menyebut, belum diketahui hasil musyawarahnya seperti apa.

"Kita lihat nanti. Kita ikuti saja nanti bagaimana perkembangannya," ucapnya, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....