Terimbas Konflik Timur Tengah, Biro Umrah Keluhkan Pembatalan Penerbangan
- 06 Mar 2026 16:47 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Konflik di Timur Tengah turut berdampak pada penyelenggaraan atau biro perjalanan ibadah umrah. Dilaporkan lebih dari 50 ribu jemaah umrah Indonesia masih tertahan di Arab Saudi dan belum dapat kembali ke tanah air sesuai jadwal kepulangan.
Kemas dari KAAF Biro Umrah dan Haji yang saat ini tengah berada di Arab Saudi mengatakana, konflik tersebut sangat berpengaruh terhadap usaha travel umrah, terlebih yang menggunakan pesawat transit sebagai moda transportasinya.
“Dari tanggal 28 Februari 2026 sampai saat ini sangat terpengaruh sekali bagi yang mempunyai grup Ramadan dan menggunakan pesawat transit sebagai mode penerbangannya. Kalau update sampai tanggal 2 Maret, mayoritas maskapai penerbangan membatalkan atau menunda penerbangan yang seharusnya terjadwal di tanggal 1 dan 2 Maret,” ujar Kemas saat dihubungi, Kamis, 5 Maret 2026.
Meski begitu, ia melaporkan kondisi di Mekah dan Madinah saat ini dalam keadaan aman dan tidak terdampak langsung pada konflik tersebut. “Alhamdulillah di Mekah dan Madinah tidak terdampak, jadi tidak ada situasi genting sebagaimana yang disampaikan di media sosial,” katanya.
Sementara itu, Bendahara Umum Forum Komunikasi Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah DIY (FK KBIHU DIY), Budi Maryanto mengatakan jemaah umrah asal Yogyakarta dipastikan aman dan tidak ada yang tertahan di Arab Saudi. Sebab, sebagian besar menggunakan maskapai dengan penerbangan langsung dari Arab Saudi ke Indonesia, sehingga tidak terdampak penundaan.
“Kalau dari Jogja insyaallah aman karena sebagian besar menggunakan maskapai penerbangan langsung, tidak transit. Yang bermasalah itu kan lewat transit Timur Tengah,” ujar Budi.
Meski tergolong aman, namun muncul kekhawatiran dari jemaah yang akan berangkat ke Tanah Suci pada akhir Ramadan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....