Menaker Sebut Ekonomi Kreatif dan Digital, Peluang Masa Depan

  • 30 Jan 2026 11:35 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Tepuk tangan meriah para mahasiswa menggema dari ruang Concert Hall ISI Yogyakarta, Kamis, 29 Januari 2026, kala menyambut kedatangan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) RI, Prof Yassierli, PhD. Kedatangan pria kelahiran Padang, Sumatera Barat itu, tak lain untuk memberikan kuliah umum yang bertajuk ”Program Pemagangan untuk Penguatan Daya Saing SDM Seni dan Ekonomi Kreatif’’.

Kuliah umum semula dijadwalkan pukul 13.00 WIB, akan tapi mundur sekitar 30 menit. Walau tak sesuai jadwal, peserta tetap antusias dengan sabar menunggu Menaker tiba, hingga menyambut kedatangannya dengan gembira.

Dalam kuliah umumnya, Menaker memaparkan gambaran ketenagakerjaan Indonesia terkini serta tantangan global yang akan dihadapi dunia kerja ke depan. Masyarakat Indonesia dihadapkan dengan disrupsi global, yang bahkan diperkirakan 92 juta pekerjaan akan hilang atau tergantikan pada tahun 2030 mendatang.

Meski demikian, Menaker yang juga Guru Besar Fakultas Teknologi Industri pada Institut Teknologi Bandung (ITB) itu juga mengembuskan angin segar bagi mahasiswa seni di ISI Yogyakarta. Yassierli menjelaskan, disrupsi global masih berpeluang untuk dunia seni.

“Dunia sedang bertransformasi, sehingga muncullah yang disebut digital dan kreatif ekonomi, ini yang menjadi peluang besar bagi adik-adik,” katanya, di hadapan mahasiswa ISI Yogyakarta dari beragam jurusan.

Kegiatan kuliah umum ini diikuti lebih dari 300 peserta yang terdiri atas pimpinan perguruan tinggi, mitra, mahasiswa serta para pemangku kepentingan lintas instansi. Kuliah umum ini diselenggarakan oleh ISI Yogyakarta untuk menjembatani perguruan tinggi seni dengan dunia kerja yang saat ini berkembang dengan cepat, khususnya di dunia industri kreatif.

“Sepuluh tahun yang lalu orang ramai merekrut programer, tapi sekarang 20 orang programer tergantikan oleh AI. Kreativitas, seni, saya melihat walau AI bisa bikin musik, AI bikin gambar, AI bisa bikin video, tapi touch dari manusia itu tetap ada, karena seni lahir dari hati, dan hati hanya dimiliki manusia,’’ ujarnya.

Di akhir kuliahnya, Menaker berpesan supaya mahasiswa memiliki pemikiran Growth Mindset.

“Itu artinya selalu siap untuk belajar dengan sesuatu yang baru. Sehingga, diharapkan mampu menerima dan menghadapi tantangan ke depan,” ucap Menaker, menandaskan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....