Kala Cuaca Panas, Manisan Buah Menjadi Pilihan

  • 12 Agt 2026 14:09 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Manisan buah banyak diminati saat cuaca panas atau musim kemarau. Citarasanya segar karena berkuah yang dicampur dengan buah segar. Beberapa pendengar menyampaikannya melalui program acara Indonesia Banget Pro1 Jogja, Senin, 10 Agustus 2026. Program acara yang terselenggara setiap hari, dari pukul 13.30 WIB hingga 15.00 WIB.

“Suka manisan buah pepaya,” kata Ali di Pamekasan, melalui sambungan telepon.

Berbeda dengan Puji di Kalasan yang mengatakan menyukai labu sebagai bahan dasar manisan. “Tempat adik saya menanam pohon labu, kalau berbuah dibawa kesini terus dibuat manisan,” ujarnya.

Sementara melalui pesan singkat ke nomor WhatsApp, Lilis di Kumendaman mengatakan pendapatnya. “Kalau saya suka buah mangga, segar rasanya,” ucapnya, melalui tulisan pesan.

Di antara deretan lagu pop Indonesia 90’an hingga 2010, pendengar menyampaikan pendapat mengenai kesegaran manisan buah saat cuaca panas. Baik itu melalui sambungan telepon ke nomor (0274) 580333 atau pesan singkat ke nomor WhatsApp 08112711911.

Mengutip laman Visit Indonesia, manisan buah merupakan olahan buah yang diawetkan dengan gula atau garam. Sehingga menghasilkan rasa manis atau asam. Berbagai jenis buah dapat menjadi bahan dasarnya seperti salak, mangga, pepaya, atau kedondong. Sebenarnya tidak hanya manisan basah, tetapi tersedia juga dalam bentuk kering. Cita rasa unik, menjadikan manisan buah menjadi bahan oleh-oleh beberapa daerah di Indonesia.

Pada awalnya manisan buah berasal dari Tiongkok kuno. Teknik pengawetan makanan tertua di dunia tersebut, akhirnya tersebar ke berbagai belahan dunia. Baik itu Timur Tengah, Eropa, maupun Asia Tenggara, serta beradaptasi dengan buah lokal. Di Indonesia, manisan buah berkembang pesat serta menghasilkan berbagai jenis manisan buah basah maupun kering.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....