Kuliner Ote-Ote Telur Asin Curi Perhatian di Pasar Ngasem
- 30 Apr 2026 21:31 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta- Makanan ote-ote adalah gorengan khas yang kini semakin populer, memiliki akar sejarah dari budaya Tionghoa yang dibawa oleh keluarga pedagang dari Fuzhou ke Indonesia. Migrasi tersebut membawa resep berbahan dasar tepung yang kemudian berkembang di wilayah Porong.
Seiring waktu, makanan ini mengalami penyesuaian rasa dengan bahan lokal yang melimpah di Indonesia. Sayur-mayur segar, udang, tiram, hingga rumput laut menjadi pelengkap yang memperkaya cita rasa ote-ote.
Di tengah tren kuliner tradisional yang kembali diminati, ote-ote hadir sebagai pilihan jajanan yang sederhana namun penuh sejarah. Teksturnya yang renyah di luar dan lembut di dalam membuatnya digemari berbagai kalangan.
Salah satu pelaku UMKM yang mengangkat kembali popularitas makanan ini adalah Kanya Pradipta melalui usahanya PorongJog. Ia mulai berjualan di kawasan Pasar Ngasem dan mendapat sambutan hangat dari pembeli.
Kanya menyampaikan bahwa ia baru memulai usahanya tersebut, namun respon pasar cukup menggembirakan. “Saya cukup kaget ternyata banyak pelanggan tertarik karena keunikan konsep dan variasi rasa yang ditawarkan,” ujarnya, beberapa waktu lalu.
Beragam varian ote-ote kini tersedia, mulai dari versi klasik hingga inovasi modern yang lebih berani. Salah satu yang paling menarik perhatian adalah ote-ote dengan topping telur asin yang gurih dan khas.
Inovasi tersebut menjadi daya tarik tersendiri di tengah persaingan jajanan pasar yang semakin ketat. Dengan sentuhan kreativitas, ote-ote tidak hanya bertahan sebagai makanan tradisional, tetapi juga berkembang mengikuti selera zaman.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....