Roti Kembang Waru, Warisan Kuliner Legendaris Khas Kotagede
- 27 Jan 2026 18:17 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, YOGYAKARTA - Roti kembang waru adalah salah satu kuliner khas Kotagede, merupakan warisan sejak jaman Mataram Islam. Memiliki bentuk bulat dengan pinggir memiliki delapan sisi menjadi ciri khasnya.
Roti ini memiliki cita rasa sederhana, khas kue-kue tradisional tempo dulu. Rasanya manis dengan aroma harum yang berasal dari perpaduan tepung terigu, gula, telur ayam, dan vanili. Seluruh bahan dicampur menjadi adonan, lalu dituangkan ke dalam cetakan berbentuk bunga waru yang telah diolesi mentega sebelum dipanggang hingga matang.
Basis Hargito, seorang produsen roti kembang waru bersama dengan istrinya telah menekuni usaha ini selama 43 tahun sejak 1983. Basis menjelaskan bahwa delapan sisi roti kembang waru bermakna delapan kemuliaan. Seorang pemimpin yang memiliki kedelapan nilai tersebut diyakini mampu mengayomi rakyatnya
| Baca juga: Onde-Onde Pasar Kranggan Tetap Jadi Favorit |
“Hasto Broto, hasto itu delapan, broto itu kemuliaan. Karena dunia ini isinya delapan elemen penting, semua makhluk hidup membutuhkan bumi, geni (api), banyu (air), angin,
kemudian matahari, bulan, bintang, langit,” ujar Basis.
Basis bersama dengan istrinya mampu memproduksi hampir 300 buah roti kembang waru setiap harinya. Pembuatan roti juga masih menggunakan teknik tradisional, bahkan alat yang digunakan merupakan buatan sendiri
| Baca juga: Manisnya Nostalgia dalam Bolu Tempo Dulu |
“Saya bikin roti masih tradisional mempertahankan seperti dulu, alat dan rasa masih seperti dulu. Cetakannya karena kami buat sendiri dari kaleng atau seng. Juga panoponnya dari seng juga dibikin sendiri. Untuk memasaknya itu kami menggunakan arang, kalau anak sekarang sudah pakai kompor itu kualitasnya akan lain,” ucapnya, menambahkan.
Ketika berkunjung ke Kotagede dapat mampir ke rumah Basis di Purbayan, dekat Pasar Legi, untuk membeli roti kembang waru. Dibanderol Rp2.500 per buah, roti ini mampu bertahan 5-7 hari tanpa pendingin, sehingga ideal sebagai oleh-oleh. (aryasena)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....