Roti Kembang Waru Kuliner Legendaris Simbol Persatuan Kotagede
- 27 Jan 2026 15:13 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Roti Kembang Waru merupakan kuliner legendaris khas Kotagede yang menyimpan sejarah panjang sejak zaman Mataram Islam. Pak Basis Hargito atau akrab disapa Pak Bas telah menekuni pembuatan roti tradisional ini sejak tahun 1983.
Pak Bas yang sudah memproduksi roti selama 43 tahun dan merupakan generasi ke 3, menjelaskan bahwa Kembang Waru adalah identitas asli wilayah Kotagede. Menurutnya, camilan ini dahulu merupakan jamuan favorit bagi kerabat keraton saat menyelenggarakan acara hajatan.
Kue ini memiliki delapan kelopak bunga yang melambangkan ajaran filosofi Jawa kepemimpinan bernama Hasta Brata. Hasta berarti delapan dan Brata adalah perbuatan mulia, yang merepresentasikan delapan elemen alam yaitu bumi, api, air, angin, matahari, bulan, bintang, dan langit.
"Kembang waru itu maknanya kembalilah bangsa kita wajib rukun karena senjata paling ampuh adalah persatuan," ujar Pak Bas saat menjelaskan pesan nasionalisme di balik produknya. Menurut pak Bas filosofi delapan elemen tersebut juga merupakan bentuk kesadaran manusia akan kekuasaan Tuhan Sang Pencipta.
Dalam menjalankan usahanya, Pak Bas memegang prinsip misi "4M" yang fokus pada pelestarian budaya bangsa serta pemberian hiburan sehat. Baginya, memproduksi roti kembang waru bukan sekadar mencari keuntungan finansial, melainkan sarana membangkitkan jiwa patriotisme generasi muda.
"Meskipun zaman berubah, saya tetap mempertahankan cara tradisional menggunakan arang saat pembuatan dan pengemasan tanpa sistem transfer atau kirim-kirim," ujar Pak Bas terkait orisinalitasnya. Strategi bertahannya didasarkan pada kualitas yang terjaga, harga terjangkau, serta pelayanan tepat waktu demi menjaga kepercayaan konsumen.
Saat ini, satu buah roti kembang waru produksi Pak Bas dijual seharga Rp2.500 per biji. Ia sangat berharap generasi muda tetap mempedulikan tradisi ini agar kuliner andalan Kotagede tersebut tidak punah ditelan zaman. (Gigan Valentino)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....