Apem Beras Bu Wanti, Kuliner Bertahan Lintas Generasi

  • 25 Jan 2026 21:03 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Di tengah perkembangan makanan modern dan tren kuliner yang kekinian, apem beras bu wanti tetap bertahan sebagai salah satu kuliner tradisional legendaris di pasar ngasem, Yogyakarta. Usaha apem beras ini telah ada sejak awal berdirinya pasar ngasem dan sekarang telah dikelola oleh generasi kedua.

Di keraton Yogyakarta, apem menjadi bagian dari tradisi ngapem yang digelar setahun sekali dalam rangka Tingalan Jumenengan Dalem atau peringatan kenaikan tahta sultan. Selain itu, ada pula tradisi ruwahan apem yang rutin dilakukan jelang bulan Ramadhan sebagai simbol penyucian diri.

Awal mula berdirinya usaha apem beras ini dirintis oleh bu Waljiwanti, yang melihat peluang usaha apem beras belum ada saat pasar ngasem pertama kali di bangun. Sejak saat itu, apem berasnya menjadi ciri khas kuliner di pasar ngasem yang terus diminati oleh pembeli.

Penerus Apem Beras Bu wanti generasi kedua, Doni, mengatakan bahwa Memasuki tahun 2000, usaha tersebut dilanjutkan oleh generasi kedua, yaitu doni bersama dengan istri yaitu Ade Purwatiningsih, dan pada saat itu promosi yang dilakukan hanya dari mulut ke mulut. “Dulu belum ada banner, belum ada iklan seperti sekarang, jualannya ya biasa aja jadi dari orang orang yang pernah beli apem beras disini,”ujar doni.

Seiring perkembangan zaman, usaha ini mulai dikenal lebih luas melalui media sosial. Bahkan sejumlah tokoh publik dan pecinta kuliner pernah mencoba kuliner apem beras milik bu wanti ini.

Apem beras bu wanti dibuat dengan bahan bahan sederhana dan alami, seperti tepung beras, kelapa muda, santan, telur, gula, serta ragi tape sebagai pengembang. Proses pembuatannya masih mempertahankan cara tradisional, yaitu dengan menggunakan tungku api.

“Tepung beras diuleni, lalu didiamkan satu malam. Dua jam sebelum dicetak dicampur dengan telur, kelapa muda, santan dan ragi, lalu dicetak,”ujar doni.

Di tengah maraknya makanan cepat saji, doni mengaku tidak khawatir usahanya akan tersaingi. Menurutnya apem berasnya memiliki nilai tradisi yaitu “ngapem” yang masih dijalankan hingga saat ini.

“saya ingin menjaga makanan tradisional supaya anak muda tahu apa itu apem dan bisa merasakannya,”katanya. Ia mengaku bahwa generasi muda saat ini mulai melirik kuliner tradisional dibandingkan makanan kekinian.

Konsistensi dan menjaga kualitas serta cita rasa menjadi kunci utama agar apem beras bu wanti masih eksis hingga kini. Dengan mempertahankan resep turun temurun dan nilai tradisi, apem beras bu wanti tidak hanya sajian kuliner, tapi bagian dari warisan budaya kuliner Yogyakarta yang terus hidup di tengah perubahan zaman (Victorio Firsta).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....