Berburu Kuliner Tradisional dan Jajanan Legendaris di Pasar Ngasem
- 02 Jun 2026 07:34 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Pasar Ngasem bukan hanya pusat kuliner, tapi juga bagian penting sejarah Yogyakarta yang kini bertransformasi menjadi ruang publik dan wisata.
Pasar yang terletak di Jl. Polowijan No.11, Patehan, Kecamatan Kraton, Kota Yogyakarta ini sudah lama menjadi tempat berkumpulnya warga sekaligus titik nostalgia yang menyimpan cerita sejarah kota Yogyakarta.
Dikutip dari laman resmi Museum Sonobudoyo, dulu kawasan ini bahkan bukan pasar, melainkan sebuah danau tempat Sultan Hamengku Buwono II bersantai menikmati suasana Keraton dari kejauhan. Seiring waktu, area yang dulunya dikenal sebagai pasar burung itu kini berubah menjadi pusat kuliner yang hidup. Tersedia banyak pilihan makanan dan minuman legendaris, mulai dari apem, jenang, sate koyor, sampai wedang rempah. Suasana pasar yang hidup dan cita rasa otentik membuat pengalaman kuliner di Pasar ini terasa unik sekaligus membawa nostalgia khas Jogja.

Pasar Ngasem di Yogyakarta terkenal sebagai pusat kuliner tradisional yang selalu ramai dikunjungi, baik oleh warga lokal maupun wisatawan. Dari jajanan manis hingga sarapan khas Jawa yang mengenyangkan, ada banyak pilihan menarik untuk dicoba di sini. Berikut beberapa rekomendasi kuliner yang patut di coba.
- Warung Makan Yu Ira
Warung yang menjadi salah satu tempat sarapan dan makan siang favorit di Pasar Ngasem ini, buka sejak pukul 05.00 hingga 14.00 WIB, warung ini menawarkan sistem prasmanan di mana pengunjung bisa memilih lauk dan sayur sendiri. Menu andalannya adalah sate koyor yang terkenal empuk dan berbumbu meresap, cocok disantap bersama aneka sayur rumahan yang tersedia melimpah. Selain sate koyor, ada berbagai pilihan lauk lain yang bisa dipadukan sesuai selera, sehingga membuat pengalaman makan jadi lebih fleksibel. Harga yang ditawarkan juga ramah, sekitar Rp 20.000 per porsi untuk makan lengkap, dan minuman seperti es jeruk hanya Rp 5.000. Suasananya sederhana namun hangat, cocok untuk sarapan bersama keluarga atau teman.
- Jenang Yu Jumilah
Warung ini sudah legendaris di Pasar Ngasem dan ramai diserbu sejak pagi hari. Di sini terdapat delapan varian jenang tradisional, seperti jenang sumsum, jenang lobe-lobe, jenang candil telo, hingga jenang ketan hitam, semua dibuat dengan resep turun-temurun dan bahan alami seperti santan kelapa, ubi, serta nangka. Harga yang ramah kantong, sekitar Rp 11.000-Rp 15.000 per porsi, membuat jenang di sini menjadi incaran wisatawan dan warga lokal. Pengunjung bisa menikmati jenang dengan suasana pasar yang hidup atau membawanya pulang sebagai oleh-oleh. Keaslian rasa dan teksturnya yang lembut menjadikan jenang Yu Jumilah tetap populer lintas generasi.
| Baca juga: Onde-Onde Pasar Kranggan Tetap Jadi Favorit |
- Dawet Durian Bu Oshin
Bagi pencinta minuman segar, Dawet Durian Bu Oshin jadi pilihan tepat saat berkunjung ke Pasar Ngasem. Warung ini buka mulai pukul 06.30 hingga 13.00 WIB dan juga menerima pesanan untuk dibawa pulang. Menu favoritnya adalah es dawet durian yang terkenal legit dengan rasa manis yang pas dan potongan durian yang melimpah. Selain durian, ada varian lain seperti dawet nangka, alpukat, dan dawet ori dengan harga ramah di kantong, mulai Rp 7.000 hingga Rp 13.000 per porsi. Cita rasa segar berpadu santan gurih membuat minuman ini cocok untuk mengawali hari atau melepas dahaga setelah berkeliling pasar. Suasana warung yang sederhana juga menambah kesan khas kuliner pasar tradisional. Tak heran jika banyak pengunjung menyempatkan mampir untuk merasakan es dawet yang populer ini.
- Warung Makan Yu Ngademi
Kalau mencari suasana makan yang lebih tenang tetapi tetap kental dengan cita rasa masakan kampung, Warung Makan Yu Ngademi patut dipilih. Warung ini buka dari pukul 08.00 hingga 16.00 WIB dengan menu beragam, mulai dari bubur krecek, sayur bobor daun kelor, tumis genjer, hingga oseng pare. Lauk-pauknya pun variatif, dari ayam, lele goreng, lele mangut, hingga bandeng presto. Selain menu makanan, warung ini juga menawarkan minuman hangat khas Jawa seperti wedang rempah, wedang sereh, dan teh panas. Harga makanan terbilang terjangkau, misalnya satu lauk dan dua sayur sekitar Rp 16.000. Konsep prasmanan membuat pengunjung bisa menyesuaikan porsi sesuai kebutuhan, sementara cita rasa masakan rumahan memberikan sensasi makan yang sederhana namun memuaskan.
Dawet Ireng Ayu Manis
Minuman ini menghadirkan sensasi unik yang jarang ditemukan di tempat lain. Cendol hitamnya terbuat dari arang alami sehingga memberi tekstur khas yang sedikit berpasir namun tetap lembut saat digigit. Kuahnya lebih creamy karena menggunakan full cream atau fibre cream sebagai pengganti santan, cocok untuk kamu yang ingin pilihan lebih ringan. Harga per gelasnya pun ramah, mulai Rp 7.000 hingga Rp 13.000 tergantung topping seperti tape atau durian. Buka sejak pukul 06.30 hingga 11.00 WIB pada Jumat dan hingga 12.00 WIB di hari lainnya, gerai ini jadi incaran pengunjung yang penasaran dengan rasa dawet ireng. Pengunjung juga bisa menyesuaikan tingkat kemanisan sesuai selera. Sensasi segar sekaligus unik membuat dawet ini sering direkomendasikan sebagai pelepas dahaga saat menjelajahi keramaian Pasar Ngasem.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....