Influenza A Bukan Sekadar Flu Biasa, Kenali Gejala dan Pencegahannya
- 30 Sep 2026 09:11 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Masyarakat diminta tidak menganggap remeh gejala influenza, termasuk Influenza A. Meski sama-sama dikenal sebagai flu, infeksi Influenza A dapat menimbulkan gejala yang lebih berat dan berisiko menyebabkan komplikasi pada kelompok tertentu.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam, dr. Adi Purnomo, Sp.PD, melalui unggahannya membagikan sejumlah fakta mengenai Influenza A. Ia menjelaskan, Influenza A merupakan salah satu jenis influenza yang disebabkan oleh virus.
“Influenza A virus merupakan salah satu jenis flu. Gejala yang ditimbulkan virus ini lebih daripada flu biasa, terutama demam, batuk dan malaise,” kata dr. Adi Purnomo.
| Baca juga: Waspadai Ebola, Gejalanya Mirip Flu |
Menurutnya, karena Influenza A disebabkan oleh virus, penggunaan antibiotik pada dasarnya tidak diperlukan. Antibiotik bekerja untuk mengatasi infeksi bakteri, bukan virus. Sementara pada kasus tertentu, dokter dapat memberikan obat antivirus seperti oseltamivir, terutama kepada pasien dengan gejala berat maupun kelompok yang memiliki risiko komplikasi.
“Karena disebabkan oleh virus, maka pada dasarnya pasien tidak membutuhkan terapi antibiotik,” katanya.
Ia menambahkan, oseltamivir dapat diberikan kepada pasien dengan kondisi tertentu, seperti mereka yang mengalami gejala berat, lansia, anak-anak, serta pasien dengan penyakit kronis. Pemberian obat tetap perlu berdasarkan penilaian tenaga medis.
Influenza A juga dapat menimbulkan komplikasi. Pada anak-anak, demam yang sangat tinggi dapat meningkatkan risiko kejang demam dan pneumonia. Sementara pada lansia serta pasien dengan penyakit kronis, infeksi influenza dapat memicu pneumonia. Pada kelompok usia produktif, influenza juga dapat mengganggu aktivitas dan menurunkan kualitas kerja untuk sementara waktu.
Data surveilans Kementerian Kesehatan menunjukkan, pada minggu ke-36 tahun 2026, proporsi positif influenza dari spesimen yang diperiksa mencapai 46 persen. Dari 185 spesimen yang diperiksa, ditemukan 86 kasus positif influenza, terdiri dari 76 kasus Influenza A H1N1pdm09, delapan Influenza A H3N2 dan dua Influenza B Victoria. Kemenkes masih mengategorikan aktivitas influenza secara keseluruhan dalam level rendah dan situasinya terkendali.
Untuk mencegah penularan, dr. Adi mengimbau masyarakat menjaga kebersihan tangan, menggunakan masker terutama di ruang tertutup atau ketika berada dekat dengan orang yang sedang mengalami gejala flu, serta menjaga daya tahan tubuh melalui olahraga dan pola makan seimbang.
| Baca juga: Kenali Tanda Flu Singapura pada Anak |
“Mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun, menggunakan masker terutama pada ruangan tertutup dan dekat dengan orang yang sedang flu,” ucapnya.
Selain itu, ia menyebut pemenuhan kebutuhan nutrisi, termasuk protein, serta konsumsi vitamin sesuai kebutuhan dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan. Vaksinasi influenza juga menjadi salah satu langkah pencegahan yang dianjurkan, dengan vaksin influenza umumnya diberikan satu kali setiap tahun sesuai rekomendasi.
“Vaksinasi sangat membantu dalam mencegah terkena dan menyebarnya Influenza A,” ujar dr. Adi.
Karena itu, masyarakat diimbau mengenali gejala Influenza A dan tidak langsung menganggap keluhan seperti demam mendadak, batuk, nyeri otot, sakit kepala dan tubuh terasa sangat lemas sebagai flu biasa. Pemeriksaan dan konsultasi dengan tenaga kesehatan diperlukan, terutama apabila gejala semakin berat atau dialami oleh anak-anak, lansia maupun penderita penyakit kronis.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....