Kasus Influenza Meningkat, Kenali Cara Penanganan dan Pencegahan
- 30 Sep 2026 09:08 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta mencatat terjadi peningkatan kasus terutama pada Pneumonia dan ILI (Ifluenza Like Iliness). Kewaspadaan dan pencegahan perlu dilakukan agar buah hati tidak terpapar.
Kepala Seksi Pencegahan Pengendalian Penyakit Menular dan Imunisasi, Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, dr. Endang Sri Rahayu mengatakan, kasus ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) secara umum mengalami fluktuatif sejak awal tahun 2026. Menurutnya, penanganan bisa dilakukan, termasuk mencegah terjadinya penularan di satu rumah.
dr. Endang menjelaskan, pencegahan bisa dilakukan dengan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) terutama kembali membiasakan cuci tangan. Termasuk lanjutnya, memisahkan orang yang tengah sakit agar tidak memperluas atau mempercepat penularan.
"Terutama yang Pneumonia memang ke arah balita nggih, lebih banyak yang usia-usia 5 tahun itu ya bagaimana dipisahkan gitu. Dipisahkan dari yang yang tidak sakit pada yang sakit itu, kayak diisolasi, itu sangat penting," katanya, dalam Dialog Tanggap Bencana RRI, Selasa, 22 September 2026.
Selain menerapkan hal tersebut di rumah, dr. Endang juga mengimbau masyarakat, agar mewaspadai potensi penularan di tempat-tempat umum. Karena mrmang diakui potensi penularan bisa terjadi di mana saja, termasuk di sekolah ataupun penitipan anak.
dr. Endang juga mendorong, agar orang tua melengkapi vaksinasi bagi buah hatinya, agar anak tidak mudah sakit, dan jika memang sakit tidak sampai berat. Melalui vaksinasi juga bisa terbangun kekebalan komunitas, yang membentengi masyarakat dari berbagai macam penyakit.
"Semakin tinggi cakupan imunisasi semakin bisa membentengi penyakit," ucapnya.
dr. Endang menjelaskan, jika melihat data mingguan dari Simpus (Sistem Informasi Manajemen Puskesmas) memang ada kenaikan kasus untuk Pneumonia dan ILI (Influenza-Like Illness/Penyakit Serupa Influenza). Hanya saja lanjutnya, kasus tersebut masih cukup terkendali meski terkadang terjadi fluktuasi.
"Jadi untuk Pneumonia (penanganannya) misalnya pada balita itu diobati di PPK (Pemberi Pelayanan Kesehatan) tingkat Satu cukup, beberapa kasus tapi jarang yang dirujuk ke rumah sakit gitu ya. Nah, jadi selain faskes-faskes atau puskesmas itu pengobatan, itu juga edukasi kepada masyarakat bagaimana mengantisipasi lonjakan kasus influenza atau ISPA, jadi Puskesmas itu selain menangani kasus itu juga edukasi bagaimana mencegah masyarakat itu untuk terkena," ujarnya.
Lebih lanjut dr. Endang juga mengharapkan, ketika dalam satu keluarga sedang sakit bisa langsung di bawa ke Puskesmas, sedangkan untuk mencegah keluarga lain terutama balita agar tidak terpapar bisa menerapkan sistem isolasi atau dipisahkan. Hal ini untuk meminimalisir kontak langsung.
"Kayak isolasi ya, itu sangat penting itu ya. Jadi yang biasanya jadi masalah itu kan memang di sekolah-sekolah, ada juga penitipan anak, jadi memang bagaimana kita edukasi kepada masyarakat untuk tetap waspada," katanya, menambahkan.
Selain mengenakan masker hingga membiasakan kembali mencuci tangan untuk meminimalisir paparan, dr. Endang juga mengimbau, agar ibu menyusui tetap memberikan ASI untuk bayi 0-2 tahun. Masyarakat juga diimbau dampak pada kondisi individu terutama pada kelompok rentan tinggi yang bisa berpotensi terjadi komplikasi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....