Bipolar Disorder pada Remaja Bisa Ditangani, Ini Langkah yang Tepat

  • 30 Sep 2026 07:41 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Mendampingi remaja dengan bipolar disorder memang bukan hal yang mudah, terutama di tengah stigma masyarakat yang masih kerap menyepelekan isu kesehatan mental. Namun kabar baiknya, kondisi ini sangat bisa dikendalikan dengan pendekatan yang tepat dan dukungan yang konsisten dari orang-orang terdekat.

Langkah pertama yang wajib dilakukan ketika melihat tanda-tanda ayunan emosi ekstrem pada remaja di sekitar kita adalah segera membawanya menemui psikiater bukan mendiagnosa sendiri berdasarkan artikel di internet. Psikiater perlu melakukan wawancara medis yang menyeluruh terlebih dahulu untuk memastikan apakah kondisi yang dialami benar-benar bipolar disorder atau kondisi lain yang gejalanya serupa.

Dr. Saddam Ismail melalui kanal YouTubenya, juga mengingatkan agar orang tua tidak bereaksi dengan kemarahan ketika menghadapi remaja yang menunjukkan gejala ini.

"Tolong jangan pernah marahi ataupun menyebut mereka anak nakal yang mencari perhatian," ucapnya.

Setelah dilakukan diagnosis oleh ahli, penanganan utama bipolar disorder dilakukan melalui pemberian obat-obatan medis untuk menstabilkan suasana hati. Obat ini bekerja layaknya seorang teknisi yang memperbaiki ketidakseimbangan zat kimia di otak, dengan tujuan agar emosi penderita tidak lagi berayun terlalu tinggi maupun jatuh terlalu rendah.

Selain obat-obatan, terapi psikologis juga menjadi bagian penting dari proses pemulihan yang tidak bisa dilewatkan. Melalui sesi terapi, remaja akan diajarkan cara mengenali tanda-tanda awal perubahan mood sebelum kondisinya memburuk, sehingga mereka bisa mengambil langkah antisipasi lebih cepat.

Peran keluarga di rumah pun tidak kalah krusial dalam proses pemulihan ini. Membantu remaja memiliki jadwal tidur yang teratur adalah salah satu hal paling sederhana namun paling berdampak, mengingat pola istirahat yang kacau merupakan pemicu paling umum yang dapat membuat penderita kembali kambuh.

dr. Saddam Ismail menekankan bahwa bipolar disorder bukan akhir dari segalanya bagi seorang remaja. Dengan bantuan profesional, kepatuhan, dan kasih sayang dari keluarga, mereka bisa tetap hidup normal, berprestasi di sekolah, dan meraih cita-cita yang diimpikan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....