Dokter Spesialis Mata UGM Ingatkan Bahaya Efek Gas Air Mata
- 17 Sep 2026 15:50 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, YOGYAKARTA — Kementerian Kesehatan RI menyebutkan gas air mata merupakan senyawa kimia yang secara instan memicu iritasi berat pada mata, saluran pernapasan, serta kulit.
Pertolongan pertama saat terpapar gas air mata adalah segera menjauh dari lokasi paparan, melepas pakaian yang terakumulasi bahan kimia, membasuh mata dan kulit menggunakan air mengalir, serta segera mencari bantuan medis.
Dokter Spesialis Mata Widyandana menyampaikan bahwa gas air mata mengandung zat kimia yang merangsang peradangan hebat, terutama pada jaringan mukosa atau lapisan tubuh yang lembap.
"Gas air mata ini mengandung bahan kimia yang mengiritasi dan memicu peradangan, terutama pada jaringan mukosa," kata Widyandana saat menjadi narasumber siaran kesehatan di RRI Yogyakarta.
Widyandana menjelaskan, paparan gas air mata pada organ mata memicu sensasi terbakar, pembengkakan, hingga produksi air mata berlebih. Sementara pada saluran pernapasan, gejalanya meliputi batuk, bersin, hingga sesak napas.
Kelompok rentan seperti lanjut usia (lansia) berisiko mengalami komplikasi yang jauh lebih berat saat terpapar zat kimia ini.
Ia mengimbau masyarakat untuk mewaspadai tanda-tanda darurat medis yang memerlukan penanganan segera di unit gawat darurat (UGD).
"Apabila timbul sesak napas berat sampai warna bibir membiru, itu menandakan tubuh mengalami kekurangan oksigen yang sangat berbahaya," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....