Pemeriksaan Tuberkulosis Gunakan Teknologi AI

  • 10 Agt 2026 14:26 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Teknologi kecerdasan buatan, saat ini telah dimanfaatkan untuk pemeriksaan Tuberkulosis (TB). Yaitu melalui TBScreen.AI, sebagai hasil penelitian kolaborasi sejumlah pihak yang dilakukan selama dua tahun.

Selain melibatkan peneliti dari UGM, uji coba TBScreen.AI juga melibatkan peneliti lintas universitas dan pihak terkait. Seperti University of Melbourne, Universitas Sebelas Maret, Monash University Indonesia, Pusat Rehabilitasi YAKKUM, SAPDA, Yayasan Pengembangan Kesehatan dan Masyarakat Papua.

Peneliti Utama TBScreen.AI, Antonia Morita Iswari juga menyebut adanya dukungan dari KONEKSI Indonesia-Australia. Penelitian kolaborasi ini, untuk mengembangkan sistem kecerdasan buatan berbasis X-ray dada sebagai alat bantu skrining TB.

”Tingkat sensitivitas TBScreen.AI mencapai 83 persen, dan spesifisitasnya 87 persen,” katanya melalui pernyataan tertulis, Senin, 10 Agustus 2026. ”Hasil ini menunjukkan, TBScreen.AI punya potensi sebagai alat bantu skrining TB.”

Namun ia memastikan, teknologi ini masih butuh validasi lebih lanjut, sebelum diterapkan secara luas. Secara teknis, pengembangan TBScreen.AI dilakukan melalui proses pengumpulan, validasi, dan anotasi foto rontgen dada.

Upaya tersebut menurut salah satu peneliti bernama Wahyono, akan menghasilkan confidence score antara 0-100 persen. Namun, score dari hasil skrining tersebut, tidak dapat digunakan sebagai dasar penegakan diagnosis final kasus TB.

”Tetap harus menyertakan berbagai pertimbangan,” ucapnya. ”Yaitu pertimbangan bersama gejala klinis, faktor risiko, penilaian dokter, dan pemeriksaan penunjang lainnya.”

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....