Dokter Spesialis Mata UGM Ungkap Kebutaan Tidak Selalu Permanen

  • 07 Sep 2026 17:56 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, YOGYAKARTA — Mata merupakan indra vital yang memerlukan perawatan berkelanjutan untuk mencegah gangguan penglihatan hingga risiko kebutaan. Namun, tidak semua jenis kebutaan bersifat mutlak dan permanen.

Dokter Spesialis Mata Widyandana menyampaikan bahwa jenis kebutaan terbagi menjadi dua, yakni kebutaan permanen dan kebutaan sementara (temporer), yang tingkat kesembuhannya sangat bergantung pada penyebab utama.

"Ada kebutaan yang memang bisa diobati. Ada dua macam, yaitu permanen dan temporer, semua tergantung pada penyebabnya," kata Widyandana saat menjadi narasumber siaran kesehatan di RRI Yogyakarta.

Widyandana menjelaskan, kebutaan permanen umumnya berkaitan dengan kerusakan jaringan saraf mata. Faktor pemicunya antara lain kerusakan retina akibat komplikasi diabetes, kondisi glaukoma kronis yang terlambat ditangani, kecelakaan lalu lintas yang merusak saraf, hingga dampak keracunan minuman keras oplosan.

Sementara itu, kebutaan yang masih dapat disembuhkan atau dikoreksi meliputi gangguan kelainan refraksi berat, seperti minus atau silinder tinggi yang dapat dibantu dengan penggunaan kacamata.

Selain kelainan refraksi, kasus katarak juga menjadi salah satu penyebab kebutaan yang dapat dipulihkan melalui tindakan medis. Namun, jika katarak atau gangguan retina dipicu oleh penyakit penyerta seperti diabetes, pengelolaan kadar gula darah pasien harus menjadi prioritas utama penanganan.

"Pengobatan diabetes memang perlu dilakukan karena berisiko menimbulkan komplikasi ke berbagai organ tubuh, termasuk mata seperti retinopati diabetik, katarak, hingga gangguan saraf mata," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....