Bekicot Kaya Nutrisi, Kenali Manfaat dan Risikonya

  • 16 Agt 2026 17:44 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Bekicot yang selama ini kerap ditemukan di lingkungan sekitar ternyata dapat menjadi salah satu sumber pangan yang mengandung protein serta sejumlah mineral penting. Daging bekicot dari beberapa spesies yang diteliti diketahui mengandung zat besi, zinc, kalsium, magnesium, dan mineral lainnya. Kandungan tersebut membuat bekicot menarik untuk dikaji sebagai salah satu bahan pangan alternatif.

Hydrofarm Wellness menyebut konsumsi bekicot dapat memberikan sejumlah manfaat bagi tubuh, terutama karena kandungan zat besi dan vitamin B12. Zat besi merupakan mineral penting yang dibutuhkan tubuh dalam pembentukan hemoglobin dan mendukung pengangkutan oksigen melalui sel darah merah. Namun, kandungan nutrisi dapat berbeda bergantung pada spesies, lingkungan, serta cara pengolahan bekicot.

“Bisa mencegah anemia hingga tingkatkan kekebalan tubuh kita. Sumber zat besi mendukung produksi sel darah merah untuk mengoptimalkan pengangkutan oksigen ke seluruh tubuh kita. Oleh karena itu, dapat mencegah gangguan kesehatan seperti anemia,” kata Hydrofarm Wellness. Meski demikian, konsumsi bekicot tidak dapat dianggap sebagai cara tunggal untuk mencegah atau mengatasi anemia karena kondisi tersebut memiliki beragam penyebab dan membutuhkan penanganan sesuai kondisi masing-masing.

Selain zat besi, bekicot juga disebut mengandung vitamin B12 yang berperan dalam sejumlah fungsi penting tubuh. Vitamin B12 diperlukan dalam pembentukan sel darah merah, metabolisme, serta pemeliharaan fungsi sistem saraf. “Vitamin B12 yang tinggi membantu proses pengolahan makanan menjadi energi, serta menjaga kesehatan saraf,” ujar Hydrofarm Wellness.

Kandungan protein dan mineral dalam daging bekicot juga menjadi salah satu alasan bahan pangan tersebut berpotensi melengkapi kebutuhan gizi. Penelitian terhadap beberapa jenis bekicot menunjukkan adanya kandungan protein yang cukup tinggi serta berbagai mineral, termasuk zat besi dan zinc. Namun, manfaat tersebut tetap perlu ditempatkan dalam konteks pola makan beragam dan bergizi seimbang, bukan sebagai pengganti sumber pangan lain.

Di balik kandungan nutrisinya, aspek keamanan pangan menjadi hal penting yang tidak boleh diabaikan. Bekicot yang dikonsumsi mentah atau kurang matang dapat membawa risiko paparan parasit maupun mikroorganisme patogen. Karena itu, bekicot perlu dibersihkan dan dimasak secara menyeluruh sebelum dikonsumsi. CDC juga memperingatkan bahwa konsumsi bekicot atau slug mentah maupun kurang matang dapat meningkatkan risiko infeksi parasit tertentu.

Dengan kandungan protein, zat besi, vitamin, dan mineralnya, bekicot dapat menjadi salah satu pilihan pangan yang memiliki nilai gizi. Namun, klaim manfaat kesehatan sebaiknya tidak berlebihan dan konsumsi harus memperhatikan kebersihan, asal bahan, serta proses pengolahan yang aman. Bekicot yang dimasak dengan baik dan dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan seimbang dapat menjadi alternatif sumber nutrisi, sementara bagi masyarakat dengan kondisi kesehatan tertentu, kebutuhan gizi sebaiknya tetap dikonsultasikan dengan tenaga kesehatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....