Langkah Utama Menjaga Kesehatan Reproduksi demi Generasi Berkualitas
- 05 Agt 2026 14:55 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Generasi sehat berawal dari kesehatan reproduksi yang berkualitas. Kondisi anak yang dilahirkan sangat bergantung pada dukungan kesehatan reproduksi yang baik. Upaya menjaga kesehatan reproduksi dapat dilakukan dengan menerapkan pola hidup sehat, rutin memeriksakan diri, serta menjaga organ reproduksi.
Wakil Rektor UNISA Yogyakarta Prof. Dr. Mufdlilah S.SiT. M.Sc. saat menjadi narasumber Program Kita Indonesia di RRI Yogyakarta mengatakan dari kesehatan reproduksi inilah nantinya lahir anak-anak berkualitas sebagai generasi Indonesia masa depan. Anak-anak yang dilahirkan diharapkan menjadi aset sebagai generasi yang sehat dan berkualitas.
Investasi bukan hanya berupa tabungan emas, tanah, dan pendidikan. Semua itu dapat dimulai dari kesehatan reproduksi itu sendiri sebagai tempat mengandung.
Dewasa ini berbagai persoalan masih banyak dijumpai. Masalah tersebut mulai dari perlindungan anak, kesehatan fisik dan mental, pengasuhan positif, pendidikan inklusif, pemenuhan kebutuhan anak, hingga pembentukan karakter dengan nilai kebangsaan.
“Setiap wanita adalah calon ibu dan wajib menjaga kesehatan reproduksinya dengan sebaik mungkin. Bagaimana bisa menjaga kesehatan reproduksinya sebagai investasi, yang nantinya akan menjadi perhatian bersama, dalam menghadirkan anak-anak yang berkualitas ketika dilahirkan,” katanya.
Kesehatan reproduksi penting menjadi perhatian setiap orang, terutama wanita. Perawatan kesehatan reproduksi dapat dimulai dari masa remaja, dewasa, hingga tahap menikah dan siap menjadi orang tua.
Lebih lanjut Mufdlilah menjelaskan setelah merawat organ reproduksi, menikah, dan siap menyambut kehamilan, seorang ibu harus amanah memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan saat melahirkan nanti. Asupan gizi sang ibu juga harus terpenuhi demi menjaga kualitas ASI.
“Wanita yang dinyatakan sehat dari definisi WHO sebetulnya ketika kesehatan reproduksi sehat tidak hanya dilihat secara fisik saja, tetapi juga adanya keseimbangan antara psikologi dan sosial, di mana seorang wanita dalam kondisi yang serba seimbang antara keduanya,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....