Sanggar ASI Ajak Masyarakat Dukung Ibu Menyusui lewat Aksi Damai

  • 31 Jul 2026 22:59 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Sanggar ASI akan menggelar aksi damai dalam rangka World Breastfeeding Week 2026 atau Pekan ASI Sedunia 2026 di Titik Nol Kilometer Yogyakarta pada Sabtu, 1 Agustus 2026. CEO Sanggar ASI, Raisika Riyanto, mengatakan aksi tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi para ibu pejuang ASI.

Kegiatan ini terbuka bagi siapa saja yang memiliki kepedulian terhadap keberhasilan menyusui di Indonesia. Bahkan, ibu yang belum berhasil memberikan ASI kepada anaknya tetap bisa hadir untuk memberikan dukungan.

“Siapa pun ibu-ibu boleh ikut, ibu yang berhasil menyusui hanya satu bulan, dua bulan, sampai dua tahun, bahkan yang belum berhasil menyusui tetap mau aksi damai boleh saja,” ujar Raisika saat dihubungi, Jumat, 31 Juli 2026.

Menurutnya, yang terpenting adalah adanya kesadaran dan dukungan terhadap gerakan menyusui di Indonesia. Dukungan tersebut dibutuhkan untuk menciptakan lingkungan yang lebih ramah bagi ibu dan bayi.

Selain para ibu, aksi damai memperingati Pekan ASI Sedunia 2026 juga diikuti oleh sejumlah elemen masyarakat, seperti tenaga kesehatan, akademisi, hingga komunitas pendukung menyusui. Sejumlah organisasi seperti Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia dan komunitas Ayah ASI juga turut dilibatkan.

“Dalam aksi damai ini kita juga mengundang komunitas Ayah ASI untuk ikut bergabung, karena kebanyakan ayah-ayah yang belum terpapar informasinya menganggap yang bisa menyusui ibunya, jadi hanya urusan ibu. Padahal meskipun ASI bisa dikonsumsi bayi melalui ibu, tapi dukungan ayah atau suami sangat berperan penting untuk keberhasilan ibu dalam menyusui,” ucapnya.

Sementara pesan yang ingin disampaikan dalam aksi damai ini adalah bahwa menyusui bukan hanya tugas seorang ibu, melainkan tanggung jawab bersama. Menurut Raisika, menyusui merupakan isu publik yang membutuhkan dukungan seluruh pemangku kepentingan.

“Yang ingin kita sampaikan bahwa menyusui bukan hanya tugas seorang ibu, bukan tugas domestik, tetapi itu urusan publik, urusan negara. Jadi kita harus mendukung semua elemen pemangku kepentingan dan ketika ibu menyusui di ruang publik, itu bukan sesuatu hal yang aneh atau sesuatu yang awkward. Tapi itu hal yang normal dan lumrah,” katanya.

Melalui aksi damai ini, Sanggar ASI berharap semakin banyak masyarakat memahami pentingnya peran bersama dalam mendukung ibu menyusui. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari kampanye Pekan ASI Sedunia yang diperingati setiap 1-7 Agustus sekaligus Bulan ASI Nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....