Kenali Pertolongan Pertama Kala Sakit Gigi Mendera
- 22 Jul 2026 23:32 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Sleman - Sakit gigi menjadi salah satu keluhan kesehatan yang paling sering dialami masyarakat dan dapat mengganggu berbagai aktivitas sehari-hari. Rasa nyeri yang muncul tidak hanya menimbulkan ketidaknyamanan, tetapi juga dapat memengaruhi konsentrasi bekerja, belajar, hingga kualitas istirahat. Oleh karena itu, masyarakat perlu memahami langkah pertolongan pertama yang tepat sebelum mendapatkan penanganan dari dokter gigi.
Dokter gigi drg Erla Asmalasari atau yang akrab disapa Lala menjelaskan, sakit gigi merupakan kondisi ketika muncul rasa nyeri pada gigi maupun gusi dengan tingkat keparahan yang berbeda-beda. Nyeri tersebut dapat bersifat konstan maupun hilang timbul, bahkan sering kali dipicu oleh makanan atau minuman yang terlalu panas maupun dingin. Menurutnya, pemeriksaan oleh dokter gigi tetap diperlukan untuk mengetahui penyebab pasti sehingga penanganan dapat dilakukan secara tepat.
"Sakit gigi memiliki penyebab yang beragam. Karena itu, pemeriksaan oleh dokter gigi sangat penting agar sumber masalah dapat diketahui dan ditangani sesuai penyebabnya," ujarnya.
Erla menjelaskan terdapat beberapa jenis sakit gigi yang umum dialami masyarakat. Di antaranya nyeri tajam akibat sensitivitas gigi terhadap suhu panas atau dingin, sakit gigi kronis yang berkaitan dengan kerusakan saraf, nyeri berdenyut yang sering disertai pembengkakan pipi, rasa sakit saat mengunyah akibat gigi berlubang, hingga nyeri yang berasal dari pangkal rahang dan dapat menjalar ke area wajah. Setiap jenis nyeri tersebut memerlukan diagnosis yang berbeda sehingga tidak boleh diabaikan.
Sebagai langkah pertolongan pertama, drg. Erla menyarankan masyarakat berkumur menggunakan air hangat yang telah dicampur setengah sendok teh garam. Larutan tersebut dapat membantu membersihkan rongga mulut dari sisa makanan sekaligus mengurangi jumlah bakteri penyebab infeksi. Selain itu, kompres dingin pada bagian luar pipi selama 15 hingga 20 menit juga dapat membantu meredakan pembengkakan dan mengurangi rasa nyeri.
Apabila nyeri masih terasa, masyarakat dapat mengonsumsi obat pereda nyeri yang dijual bebas, seperti paracetamol atau ibuprofen, sesuai dengan dosis yang dianjurkan. Membersihkan sela-sela gigi menggunakan benang gigi (dental floss) juga disarankan apabila terdapat sisa makanan yang tersangkut.
"Hindari menggunakan tusuk gigi karena dapat melukai gusi. Selain itu, jauhi makanan yang terlalu panas, terlalu dingin, atau terlalu manis agar rasa nyeri tidak semakin bertambah," ucapnya.
Meski demikian, drg Erla menegaskan bahwa langkah-langkah tersebut hanya bersifat sementara untuk mengurangi rasa sakit, bukan mengatasi penyebab utamanya. Jika keluhan tidak kunjung membaik, disertai pembengkakan hebat, demam, atau nyeri yang semakin parah, masyarakat dianjurkan segera memeriksakan diri ke dokter gigi agar mendapatkan penanganan profesional.
"Jangan menunda pemeriksaan apabila sakit gigi berlangsung terus-menerus atau disertai pembengkakan dan demam. Penanganan sejak dini dapat mencegah komplikasi yang lebih serius," katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....