Mengenal Siklus BRAC: Trik Neurosains untuk Menjaga Fokus Sepanjang Hari

  • 18 Jul 2026 15:01 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Pernahkah Anda merasa sangat kreatif di jam awal bekerja, tapi tiba-tiba merasa hilang fokus saat siang hari? Itu karena Anda sedang melewati fase “Down Time” biologis. Banyak dari kita memaksakan diri untuk bekerja terus-menerus tanpa henti, padahal tubuh manusia tidak dirancang seperti itu. Kita bekerja dalam gelombang energi yang disebut Basic Rest-Activity Cycle (BRAC).

Konsep ini pertama kali ditemukan oleh Nathaniel Kleitman, seorang pionir riset tidur dunia, pada tahun 1961. Kleitman menyadari bahwa energi 90 menit yang kita alami saat tidur (siklus NREM dan REM) ternyata terus berlanjut saat kita bangun. Siklus energi tersebut dibagi menjadi:

  • Fase Puncak (45–70 menit pertama): Fase dimana gelombang otak bergerak lebih cepat dan denyut jantung stabil. Anda akan merasa sangat tajam, kreatif, dan mampu menyelesaikan tugas sulit dengan cepat. Ini adalah siklus di mana konsentrasi, daya ingat, dan kecepatan reaksi Anda berada di puncaknya.
  • Fase Penurunan (20 menit terakhir): Anda berada pada titik kritisnya, gelombang otak mulai melambat, dan tubuh mulai mengirim sinyal halus: Anda mulai ingin bergerak, merasa haus, atau tiba-tiba ingin sekadar mengecek media sosial. Itu adalah sinyal bahwa Anda harus beristirahat.

Masalah besar akan muncul ketika kita mengabaikan sinyal istirahat tersebut. Banyak dari kita mencoba melawannya dengan segelas kopi atau sekadar memaksakan diri di depan layar. Riset menunjukkan bahwa memaksakan kerja melebihi siklus 90 menit tersebut tanpa istirahat justru memicu penurunan hasil yang diharapkan (diminishing returns). Fokus Anda akan anjlok drastis, tingkat kesalahan meningkat, dan Anda berisiko mengalami burnout di akhir hari karena sistem saraf parasimpatis (sistem pemulihan) tidak diberi kesempatan untuk mengisi ulang energi.

Untuk menjaga performa tetap stabil hingga akhir hari, para ahli menyarankan untuk menuruti sinyal tubuh di 20 menit terakhir setiap siklus BRAC. Lakukan langkah praktisnya:

  1. Saat fokus mulai goyah, beranjaklah dari meja kerja. Berjalan kaki singkat atau melihat tanaman hijau dapat memulihkan sumber daya kognitif Anda.
  2. Jika rasa lelah terasa sangat berat, lakukan sesi NSDR (Non-Sleep Deep Rest) selama 10 menit. Teknik ini secara instan menurunkan detak jantung dan memulihkan kadar dopamin otak tanpa menyebabkan rasa pening sepeti saat bangun dari tidur siang.
  3. Tunda Tugas Sulit: Jangan memulai rapat penting atau tugas berat lainnya di fase akhir siklus. Simpanlah energi tersebut untuk awal siklus 90 menit berikutnya ketika gelombang otak kembali cepat.

Baca juga: Apa itu teknik Neurosains NSDR

Memahami siklus BRAC bukan berarti Anda bekerja lebih sedikit, melainkan bekerja lebih cerdas dengan mengikuti ritme alami otak. Dengan menghargai waktu istirahat singkat, Anda sebenarnya sedang menyiapkan energi baru agar otak bisa kembali fokus dengan penuh di sesi berikutnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....