Prokrastinasi Berkurang Fokus Bekerja Lebih Efektif Setiap Hari
- 04 Jul 2026 12:40 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Kebiasaan menunda pekerjaan atau prokrastinasi masih menjadi tantangan yang sering dihadapi banyak orang, mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga pekerja profesional. Tidak sedikit yang baru mulai mengerjakan tugas ketika tenggat waktu sudah semakin dekat. Kebiasaan ini tidak hanya memengaruhi kualitas hasil pekerjaan, tetapi juga dapat meningkatkan stres dan tekanan menjelang batas waktu penyelesaian.
Profesor sekaligus peneliti di bidang motivasi dan prokrastinasi, Piers Steel, menjelaskan bahwa prokrastinasi bukan semata-mata disebabkan oleh rasa malas. Menurutnya, seseorang cenderung menunda pekerjaan ketika tugas tersebut terasa membosankan, manfaatnya belum langsung dirasakan, atau ada aktivitas lain yang dianggap lebih menyenangkan dan memberikan kepuasan secara instan. "Menunda pekerjaan lebih sering dipengaruhi oleh cara seseorang memandang sebuah tugas daripada sekadar rasa malas," ujarnya.
Steel mengatakan salah satu langkah efektif untuk mengatasi kebiasaan tersebut adalah dengan membagi pekerjaan besar menjadi beberapa target kecil yang lebih mudah dicapai. Cara ini dinilai mampu mengurangi beban psikologis saat memulai pekerjaan sekaligus memberikan rasa pencapaian setiap kali satu target berhasil diselesaikan. Dengan begitu, motivasi untuk melanjutkan pekerjaan akan tumbuh secara bertahap.
Selain membagi pekerjaan menjadi beberapa tahapan, Steel juga mengingatkan pentingnya mengurangi berbagai bentuk distraksi selama bekerja. Kebiasaan membuka media sosial, bermain gim, atau melakukan aktivitas lain yang tidak berkaitan dengan pekerjaan sering kali membuat seseorang kehilangan fokus dan akhirnya menunda tugas lebih lama. "Semakin sedikit gangguan yang muncul saat bekerja, semakin mudah seseorang mempertahankan fokus hingga pekerjaan selesai," katanya.
Menurut Steel, menetapkan tujuan yang jelas dan memiliki makna juga menjadi faktor penting dalam meningkatkan motivasi. Ketika seseorang memahami alasan mengapa sebuah tugas harus diselesaikan dan manfaat yang akan diperoleh, dorongan untuk segera memulai pekerjaan akan semakin besar. Sebaliknya, tujuan yang tidak jelas sering kali membuat seseorang kehilangan semangat dan memilih menunda.
Ia menambahkan bahwa membangun target yang realistis akan membantu seseorang menjaga konsistensi dalam bekerja. Target yang terlalu besar justru berpotensi menimbulkan rasa kewalahan sehingga pekerjaan terasa semakin sulit untuk dimulai. Oleh karena itu, langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten dinilai lebih efektif dibandingkan menunggu waktu yang dianggap tepat untuk mulai bekerja.
Melalui penerapan target yang realistis, pengurangan distraksi, serta penyelesaian tugas secara bertahap, kebiasaan prokrastinasi dapat diminimalkan. Strategi sederhana tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, mengurangi stres akibat tenggat waktu, serta membangun kebiasaan kerja yang lebih disiplin. "Produktivitas dibangun dari kebiasaan memulai dan menyelesaikan pekerjaan sedikit demi sedikit, bukan menunggu motivasi datang," ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....