Journaling Jadi Cara Sederhana Kelola Emosi Setiap Hari
- 04 Jul 2026 12:52 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Kebiasaan menulis jurnal atau journaling semakin diminati oleh berbagai kalangan sebagai cara sederhana untuk menuangkan pikiran, mencatat pengalaman, hingga merefleksikan perasaan sehari-hari. Selain menjadi sarana ekspresi diri, kegiatan ini juga dinilai memiliki manfaat bagi kesehatan mental karena membantu seseorang memahami kondisi emosinya dengan lebih baik di tengah kesibukan sehari-hari.
Kepala Adult Psychiatry di Rumah Sakit Pitié-Salpêtrière Paris, Roland Jouvent, menjelaskan bahwa aktivitas menulis menggunakan tangan melibatkan gerakan yang menyerupai tarian dan melodi. Menurutnya, proses tersebut membuat tulisan tidak sekadar menjadi rangkaian kata, tetapi juga mampu mencerminkan emosi dan perasaan penulis pada saat itu. "Tulisan tangan dapat menjadi media yang merepresentasikan emosi seseorang, bukan hanya menyampaikan informasi," ujarnya.
Sementara itu, psikoterapis sekaligus ahli di bidang journaling, Maud Purcell, mengatakan bahwa kegiatan menulis jurnal melibatkan kerja kedua belahan otak secara bersamaan. Otak kiri berperan dalam menyusun kata-kata secara logis dan analitis, sedangkan otak kanan tetap aktif mengolah kreativitas, intuisi, serta berbagai emosi yang muncul selama proses menulis berlangsung.
Purcell menjelaskan bahwa keterlibatan kedua belahan otak tersebut membantu seseorang mengurangi hambatan mental sekaligus mempermudah proses mengenali apa yang sedang dirasakan. Karena itu, journaling kerap dimanfaatkan sebagai salah satu media refleksi diri, pengelolaan stres, serta upaya menjaga kesehatan mental secara mandiri. "Ketika kedua belahan otak bekerja bersama, seseorang lebih mudah memahami dan mengelola emosinya," katanya.
| Baca juga: Cara Sederhana Menghindari Keracunan Makanan |
Salah satu keunggulan journaling adalah tidak memiliki aturan baku. Setiap orang bebas menuliskan pengalaman sehari-hari, rasa syukur, target yang ingin dicapai, hingga berbagai pikiran yang sedang memenuhi benak. Menulis secara jujur tanpa khawatir dinilai orang lain menjadi bagian penting agar manfaat refleksi diri dapat dirasakan secara optimal.
Para ahli juga menilai kebiasaan menulis jurnal mampu membantu seseorang melihat pola pikir, kebiasaan, maupun perkembangan diri dari waktu ke waktu. Dengan membaca kembali catatan yang pernah dibuat, seseorang dapat mengevaluasi berbagai pengalaman, memahami penyebab emosi tertentu, serta menyusun langkah yang lebih baik dalam menghadapi tantangan di masa mendatang.
Dengan meluangkan waktu beberapa menit setiap hari, journaling dapat menjadi kebiasaan sederhana yang memberikan manfaat besar bagi kesehatan mental. Kegiatan ini tidak hanya membantu mengelola pikiran dan emosi, tetapi juga meningkatkan kesadaran diri, mengurangi stres, serta membangun kebiasaan refleksi yang positif di tengah padatnya aktivitas. "Tidak perlu menulis panjang, yang terpenting adalah konsisten dan jujur terhadap diri sendiri," ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....