Defisit Kalori Kunci Turunkan Berat Badan Secara Sehat Berkelanjutan
- 04 Jul 2026 12:51 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Masih banyak masyarakat yang menganggap olahraga menjadi faktor utama dalam menurunkan berat badan. Padahal, para ahli menegaskan bahwa keberhasilan menurunkan berat badan lebih banyak ditentukan oleh terciptanya defisit kalori, yaitu kondisi ketika tubuh membakar lebih banyak kalori dibandingkan jumlah kalori yang dikonsumsi setiap hari. Saat kondisi tersebut tercapai, tubuh akan memanfaatkan cadangan energi, termasuk lemak, sehingga berat badan dapat berangsur menurun.
Meski demikian, defisit kalori bukan berarti seseorang harus memangkas porsi makan secara drastis atau bahkan menahan lapar. Cara tersebut justru dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, seperti kekurangan zat gizi, hilangnya massa otot, hingga tubuh terasa lemas. Karena itu, pengurangan asupan kalori sebaiknya dilakukan secara bertahap dengan tetap memenuhi kebutuhan nutrisi harian.
Pakar kesehatan Beth Czerwony menjelaskan bahwa prinsip utama dalam menurunkan berat badan adalah menciptakan defisit kalori yang realistis dan dapat dijalankan dalam jangka panjang. Menurutnya, keberhasilan program penurunan berat badan tidak hanya diukur dari berkurangnya angka pada timbangan, tetapi juga dari kemampuan seseorang mempertahankan pola makan sehat secara konsisten. "Defisit kalori bukan sekadar makan lebih sedikit, melainkan memastikan tubuh tetap memperoleh nutrisi yang dibutuhkan agar dapat berfungsi dengan baik," ujarnya.
Beth Czerwony menambahkan bahwa pendekatan bertahap jauh lebih aman dibandingkan menjalani diet ekstrem. Penurunan berat badan yang dilakukan secara perlahan dinilai lebih mudah dipertahankan dan memiliki peluang lebih besar untuk memberikan hasil yang berkelanjutan. Selain itu, pola makan yang seimbang juga membantu menjaga kesehatan metabolisme dan mengurangi risiko berat badan kembali meningkat.
| Baca juga: Jaga Berat Badan Demi Kesehatan |
Di sisi lain, olahraga tetap memiliki peran penting dalam mendukung keberhasilan program penurunan berat badan. Aktivitas fisik membantu membakar kalori, mempertahankan massa otot, meningkatkan kebugaran, serta memperbaiki kesehatan jantung dan metabolisme tubuh. "Kombinasi pola makan sehat dengan olahraga teratur merupakan pendekatan paling efektif untuk mencapai berat badan ideal sekaligus menjaga kesehatan dalam jangka panjang," katanya.
Para ahli juga mengingatkan bahwa fokus utama dalam menjalani program penurunan berat badan seharusnya bukan hanya mengejar angka di timbangan, melainkan membangun kebiasaan hidup sehat yang dapat dilakukan secara konsisten. Memilih makanan bergizi seimbang, mengatur porsi makan, memperbanyak aktivitas fisik, serta menjaga kualitas tidur menjadi bagian penting dalam mendukung keberhasilan defisit kalori.
Masyarakat pun diimbau untuk tidak tergoda dengan metode diet instan yang menjanjikan hasil cepat, tetapi berpotensi mengganggu kesehatan. Dengan menerapkan defisit kalori secara bijak, diiringi pola makan bergizi dan olahraga yang rutin, penurunan berat badan dapat dicapai secara lebih aman, sehat, dan berkelanjutan sekaligus meningkatkan kualitas hidup secara menyeluruh.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....