Batasi Fast Food Demi Kesehatan Anak sejak Dini
- 06 Jun 2026 10:57 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Makanan cepat saji atau fast food seperti ayam goreng, kentang goreng, dan burger menjadi salah satu jenis makanan yang banyak digemari anak-anak. Cita rasanya yang lezat, penyajian yang praktis, serta mudah ditemukan di berbagai tempat membuat makanan ini kerap menjadi pilihan keluarga dalam berbagai kesempatan, mulai dari makan siang hingga perayaan tertentu.
Di balik kepraktisannya, konsumsi makanan cepat saji secara berlebihan ternyata dapat menimbulkan dampak kurang baik bagi kesehatan anak. Kandungan kalori, lemak jenuh, garam, dan gula yang tinggi pada makanan tersebut berpotensi meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan apabila dikonsumsi terlalu sering dalam jangka panjang.
Menurut dr. Marianti dalam konsultasi kesehatan yang dimuat Alodokter, konsumsi makanan cepat saji secara berlebihan dapat meningkatkan risiko obesitas, gangguan kolesterol, hingga penyakit metabolik pada anak. “Makanan cepat saji umumnya tinggi kalori, lemak jenuh, garam, dan gula, namun relatif rendah serat serta vitamin yang dibutuhkan tubuh untuk mendukung tumbuh kembang secara optimal,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kebutuhan nutrisi anak seharusnya dipenuhi melalui pola makan yang seimbang agar pertumbuhan fisik maupun perkembangan organ tubuh berlangsung dengan baik. Asupan makanan yang didominasi fast food dikhawatirkan dapat menyebabkan ketidakseimbangan gizi yang berdampak pada kesehatan anak di masa mendatang.
Dr. Marianti juga mengingatkan agar makanan cepat saji tidak dijadikan menu rutin dalam pola makan anak. “Fast food sebaiknya hanya dikonsumsi sesekali dan tetap diimbangi dengan makanan bergizi seperti sayuran, buah-buahan, lauk segar, serta sumber karbohidrat yang seimbang,” katanya.
Selain membatasi konsumsi makanan cepat saji, peran orang tua dinilai sangat penting dalam membentuk kebiasaan makan sehat sejak dini. Orang tua dapat menyediakan variasi menu rumahan yang menarik, mengenalkan berbagai jenis makanan bergizi, serta mengajak anak ikut terlibat dalam proses menyiapkan makanan. Cara ini diyakini dapat membantu anak lebih mengenal dan menyukai pilihan makanan yang sehat.
Apabila anak mulai mengalami kenaikan berat badan berlebih atau memiliki pola makan yang sulit diatur, orang tua disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter anak atau ahli gizi. Fenomena tingginya konsumsi makanan cepat saji menunjukkan bahwa kebiasaan makan yang dibentuk sejak usia dini memiliki pengaruh besar terhadap kesehatan di masa depan. Karena itu, konsumsi fast food perlu dibatasi dan diimbangi dengan pola makan sehat serta aktivitas fisik yang cukup agar tumbuh kembang anak tetap optimal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....