Heartburn Berulang Waspadai Risiko Asam Lambung Kronis
- 18 Jun 2026 13:34 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Sensasi panas dan perih seperti terbakar di area dada atau ulu hati sering kali dianggap sebagai keluhan ringan oleh banyak orang. Namun, apabila kondisi tersebut terjadi berulang dan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, masyarakat perlu lebih waspada. Keluhan yang dikenal dengan istilah heartburn ini dapat menjadi tanda adanya gangguan pada sistem pencernaan yang memerlukan penanganan lebih lanjut.
Menurut informasi kesehatan yang ditinjau oleh dr. Kevin Adrian dan dimuat di Alodokter, heartburn umumnya ditandai dengan rasa terbakar di bagian tengah dada atau tepat di atas perut. Keluhan ini juga kerap disertai sensasi pahit maupun asam di mulut. Gejala biasanya semakin terasa setelah mengonsumsi makanan dalam porsi besar atau ketika seseorang berbaring sesaat setelah makan.
Heartburn terjadi ketika sfingter atau katup otot yang berada di antara kerongkongan dan lambung tidak dapat menutup dengan sempurna. Kondisi tersebut menyebabkan makanan yang telah bercampur dengan asam lambung kembali naik ke kerongkongan. Akibatnya, dinding kerongkongan mengalami iritasi yang memunculkan sensasi panas dan perih. “Heartburn biasanya ditandai rasa terbakar di bagian tengah dada yang dapat disertai sensasi asam atau pahit di mulut,” ujarnya.
Sejumlah faktor diketahui dapat memicu munculnya heartburn. Di antaranya adalah kebiasaan makan berlebihan, konsumsi makanan pedas, cokelat, minuman berkafein, serta buah-buahan sitrus. Selain itu, kebiasaan langsung berbaring setelah makan juga dapat meningkatkan risiko naiknya asam lambung ke kerongkongan.
Tidak hanya pola makan, beberapa kondisi kesehatan dan gaya hidup juga berperan dalam meningkatkan risiko heartburn. Obesitas, kehamilan, sembelit, kebiasaan merokok, stres berkepanjangan, hingga kurang tidur menjadi faktor yang dapat memperburuk keluhan. Karena itu, menjaga pola hidup sehat menjadi langkah penting untuk mencegah gangguan tersebut.
Para ahli menyarankan masyarakat menjaga berat badan ideal dan menghindari makanan maupun minuman yang dapat memicu naiknya asam lambung. Pola makan dengan porsi kecil tetapi lebih sering juga dinilai lebih baik dibandingkan makan dalam jumlah besar sekaligus. Selain itu, memberi jeda setidaknya empat jam antara makan malam dan waktu tidur serta meninggikan posisi kepala saat tidur dapat membantu mengurangi gejala. “Pengaturan pola makan dan kebiasaan tidur yang tepat dapat membantu mencegah heartburn kambuh kembali,” ucapnya.
Meskipun beberapa orang merasa terbantu dengan konsumsi jahe hangat atau obat antasida yang dijual bebas, gejala yang muncul lebih dari dua kali dalam seminggu tidak boleh diabaikan. Kondisi tersebut dapat menjadi tanda Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) atau penyakit asam lambung kronis.
Jika tidak ditangani dengan baik, GERD berisiko menyebabkan peradangan kerongkongan, luka, perdarahan, hingga meningkatkan risiko kanker esofagus. Oleh karena itu, masyarakat disarankan segera berkonsultasi dengan dokter apabila heartburn terjadi berulang atau disertai kesulitan menelan, mual, dan muntah agar komplikasi yang lebih serius dapat dicegah sejak dini.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....