Jarang Makan Buah Berpotensi Tingkatkan Risiko Penyakit Kronis

  • 13 Jun 2026 02:34 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Buah-buahan dikenal sebagai salah satu sumber nutrisi penting yang berperan besar dalam menjaga kesehatan tubuh. Meski demikian, masih banyak masyarakat yang belum menjadikan buah sebagai bagian dari menu harian. Kebiasaan tersebut ternyata dapat berdampak pada kondisi kesehatan, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Menurut dr Robby Firmansyah dalam konsultasi kesehatan yang dimuat Alodokter, buah mengandung berbagai zat gizi yang dibutuhkan tubuh, mulai dari vitamin, mineral, serat, hingga antioksidan. Kandungan tersebut berfungsi membantu menjaga sistem kekebalan tubuh, mendukung proses metabolisme, serta melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.

“Buah mengandung banyak vitamin, mineral, serat, dan antioksidan yang dibutuhkan tubuh. Jika asupannya kurang, tubuh berisiko mengalami kekurangan nutrisi penting,” ujarnya.

Robby menjelaskan, salah satu dampak yang paling sering terjadi akibat kurang mengonsumsi buah adalah menurunnya daya tahan tubuh. Kondisi ini membuat seseorang lebih rentan terserang berbagai infeksi dan penyakit. Selain itu, rendahnya asupan serat dari buah juga dapat menyebabkan gangguan pencernaan, seperti sembelit atau sulit buang air besar yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Tidak hanya itu, kebiasaan jarang mengonsumsi buah juga berpotensi meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis. Beberapa di antaranya adalah tekanan darah tinggi, penyakit jantung, diabetes tipe 2, hingga sejumlah jenis kanker. Risiko tersebut muncul karena tubuh tidak mendapatkan nutrisi pelindung yang seharusnya diperoleh dari konsumsi buah secara rutin.

Selain berdampak pada kesehatan organ dalam, kekurangan konsumsi buah juga dapat memengaruhi kondisi fisik seseorang. Kulit dapat terlihat lebih kusam dan kurang sehat akibat minimnya asupan vitamin dan antioksidan. Di samping itu, proses penyembuhan luka pada tubuh juga berpotensi berlangsung lebih lambat dibandingkan mereka yang memiliki pola makan seimbang.

“Kurangnya konsumsi buah dapat berdampak pada berbagai aspek kesehatan, mulai dari daya tahan tubuh hingga meningkatnya risiko penyakit kronis,” katanya.

Untuk menjaga kesehatan secara optimal, masyarakat dianjurkan mengonsumsi buah setiap hari sebagai bagian dari pola makan seimbang. Buah dapat dinikmati secara langsung maupun diolah menjadi salad dan jus tanpa tambahan gula berlebih agar kandungan gizinya tetap terjaga. Dengan membiasakan konsumsi buah secara teratur, kebutuhan nutrisi harian dapat terpenuhi sekaligus membantu menjaga kesehatan tubuh dan menurunkan risiko berbagai penyakit dalam jangka panjang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....