Penyakit Campak bisa Menyerang Segala Usia
- 22 Jun 2026 13:38 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Masyarakat Indonesia sudah cukup sering mendengar penyakit campak. Penyakit ini bisa menyerang siapa saja dari segala usia. Tidak hanya menyerang balita, anak-anak, remaja bahkan orang dewasa juga bisa kena penyakit campak.
Menurut dr. Ana Fauziyati, M.Sc,Sp.PD selaku Dokter Spesialis Penyakit Dalam dan Ketua Program Studi Profesi Dokter FK UII saat menjadi narasumber di RRI Yogyakarta, mengatakan “kalau dulu yang terserang kasus campak paling sering anak-anak atau balita, tapi sekarang tidak jarang kita melihat orang dewasa bisa juga kena campak. Apalagi bagi yang belum pernah di vaksin cukup rentan.,"ujarnya.
Gejala dari sakit Campak mulai dari ruam-ruam merah di wajah, leher dan badan, tangan sampai ke kaki, demam disertai batuk pilek dan sesak napas meski tidak terlalu berat. Penyakit ini disebabkan oleh adanya inveksi virus dan bisa menular ke orang lain.
“Penyakit campak berbahaya jika ada komplikasinya, apalagi bila disertai dengan pneumonia, sejenis radang pada paru-paru, bisa juga radang pada kepala atau otak dan ini berbahaya,” kata dr. Ana.
Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), menyarankan agar selalu waspada, termasuk untuk faktor resikonya yaitu para tenaga medis atau tenaga kesehatan.
“Sebab tenaga medis selalu bertemu dengan pasien, mulai dari memeriksa dan merawat disitulah resiko ketularan campak dimulai. Selain itu orang dengan sakit tertentu misalnya diabetes, orang dengan HIV berisiko untuk tertular campak,” ujar dr. Ana.
Lebih lanjut dr.Ana menjelaskan pencegahan campak bisa dilakukan dengan vaksin campak dan vaksin MMR. Jika tidak dapat mengakses vaksin, tetap berusaha melakukan 3M, sering mencuci tangan, memakai masker dikeramaian, menerapkan etika batuk dan bersin yang benar.
Pengobatan yang diberikan dalam penanganan campak, dokter tetap akan melakukan standar pemeriksaan untuk memastikan infeksi campak atau bukan, dengan mengambil sampel darah pada pasien. Jika terkena campak dokter akan memberikan obat untuk mengatasinya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....