Pahami Apa Itu Social Boundaries, Demi Kesehatan Mental
- 07 Mei 2026 00:44 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Di tengah kehidupan modern yang serba cepat, interaksi sosial kini berlangsung semakin intens tanpa batas ruang dan waktu. Kemajuan teknologi serta kehadiran media sosial membuat masyarakat terus terhubung setiap saat. Namun di balik kemudahan tersebut, muncul tantangan baru berupa hilangnya batas-batas sosial atau social boundaries yang dapat berdampak pada kesehatan mental individu.
Social boundaries merupakan batasan yang mengatur bagaimana seseorang berhubungan dengan orang lain, baik secara emosional, fisik, maupun digital. Batas ini mencakup kemampuan seseorang untuk mengatakan “tidak”, menjaga privasi, hingga menentukan sejauh mana dirinya terlibat dalam urusan orang lain. Ketika batas tersebut tidak terjaga, seseorang lebih rentan mengalami tekanan emosional dan stres berkepanjangan.
Fenomena ini semakin terlihat di kalangan generasi muda yang tumbuh di era digital. Tekanan untuk selalu responsif terhadap pesan, mengikuti tren media sosial, hingga kecenderungan oversharing membuat banyak individu tanpa sadar mengabaikan ruang pribadinya sendiri.
“Banyak anak muda merasa harus selalu tersedia untuk orang lain, padahal kondisi itu bisa menguras energi emosional,” ujar psikolog sosial, Anita Prameswari.
Tidak sedikit individu yang akhirnya merasa cemas, kewalahan, bahkan kehilangan kontrol atas dirinya sendiri akibat interaksi sosial yang berlebihan. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya kesadaran dalam membangun batas sosial yang sehat di tengah tingginya tuntutan komunikasi modern.
Menjaga social boundaries dinilai menjadi langkah penting dalam merawat kesehatan mental. Dengan batas yang jelas, seseorang dapat mengatur energi emosionalnya, menghindari konflik yang tidak perlu, serta membangun hubungan sosial yang lebih sehat dan seimbang.
“Menetapkan batas bukan berarti menolak orang lain, melainkan bentuk penghargaan terhadap diri sendiri,” ucap konselor kesehatan mental, Dimas Wicaksono.
Meski demikian, membangun batas sosial bukanlah hal yang mudah, terutama dalam budaya yang menjunjung tinggi kebersamaan. Menolak permintaan atau menjaga jarak kerap dianggap sebagai sikap tidak peduli. Padahal, kemampuan menjaga batas justru membantu seseorang memahami kebutuhan pribadi tanpa harus merasa bersalah terhadap ekspektasi lingkungan sekitar.
Kesadaran mengenai pentingnya social boundaries dinilai perlu terus ditingkatkan melalui edukasi dan pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari. Lingkungan keluarga, institusi pendidikan, hingga ruang digital memiliki peran penting dalam membentuk pemahaman tersebut. Dengan batas sosial yang sehat, individu tidak hanya mampu menjaga hubungan yang harmonis, tetapi juga mempertahankan stabilitas kesehatan mental di tengah berbagai tuntutan kehidupan modern.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....