Denteksi UGM, Skrining Gigi Berbasis AI Berakurasi Tinggi

  • 30 Apr 2026 21:39 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Tim dosen UGM mengembangkan inovasi berupa platform skrining kesehatan gigi berbasis Artificial Intelligence (AI) bernama Denteksi. Teknologi ini memungkinkan pemeriksaan awal kondisi gigi hanya melalui foto yang diambil menggunakan kamera ponsel dari beberapa sudut, kemudian dianalisis untuk mengetahui tingkat kesehatan gigi secara menyeluruh.

Platform ini mencatat tingkat akurasi hingga 90 persen untuk mendeteksi gigi sehat, sementara untuk skrining karies mencapai lebih dari 80 persen. Dosen Prodi Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak UGM, Muhammad Fakhrurrifqi, S.Kom., M.Cs., mengungkapkan bahwa ide pengembangan Denteksi muncul pada 2021 saat pandemi COVID-19. Pembatasan Sosial Berskala Besar kala itu menyulitkan proses konsultasi dan pemeriksaan gigi secara langsung.

Bersama dua tenaga medis dari Puskesmas Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, yakni drg. Dewi Arifahni, MHPM dan drg. Dhinintya Hyta Narissi, tim merancang sistem skrining berbasis Virtual Reality (VR) yang memungkinkan konsultasi melalui chat antara pasien dan dokter.

Seiring waktu, sistem ini terus disempurnakan untuk meningkatkan efisiensi. Jumlah foto yang sebelumnya lima sisi dipangkas menjadi tiga sisi, dilengkapi panduan pengambilan gambar, serta fitur Odontogram yang menampilkan rekam medis dan rekomendasi tindakan bagi pasien, yang mulai diperkenalkan awal tahun ini.

“Kalau dulu periksa gigi itu kan harus ketemu dokter gigi, diperiksa satu per satu. Nah kalau di Denteksi, cukup foto bagian depan, atas, sama bawah, langsung kelihatan. Dan yang versi sekarang, kita menambahkan beberapa algoritma untuk menghadirkan rekam medis, Odontogram. Posisi nomor (gigi) berapa, sakit apa, udah langsung dibikin hasil laporannya. Dan akurasinya jauh lebih tinggi,” ujarnya, Selasa, 28 April 2026.

Rifqi menambahkan bahwa meskipun akurasi sistem sudah tinggi, peran tenaga ahli tetap diperlukan, terutama dalam penegakan diagnosis dan tindakan lanjutan. “Setiap saya ketemu pakar, mereka sudah menerima dan selalu mendukung. Tetapi, skrining kan gunanya untuk mengetahui level awal saja. Kalau ada perlu tindakan lebih lanjut silahkan ketemu dokter gigi. Untuk penegakan diagnosis masih tetap butuh expert,” ujarnya.

Sejak diluncurkan pada Agustus 2022, Denteksi telah meraih berbagai penghargaan, di antaranya kategori mutu pelayanan kesehatan pada Indonesia Health Innovation Award (IHIA) 2022 serta Juara 1 Konvensi Mutu Tingkat Provinsi DKI Jakarta 2022. Pada 2023, inovasi ini kembali mendapat pengakuan melalui Jakarta Innovation Awards (JIA) dari Bappeda DKI Jakarta.

Denteksi berada di bawah naungan PT Senyum Cerdas Indonesia dan telah digunakan dalam berbagai kegiatan skrining. Dalam satu sesi, platform ini mampu memeriksa sekitar 100 anak dalam waktu tiga jam. Sejumlah mitra yang telah bekerja sama antara lain Persatuan Dokter Gigi Indonesia Cabang Flores, Yayasan Gistrav Islamia School, serta Puskesmas Kebayoran Baru.

Meski kolaboratornya masih terbatas, layanan Denteksi sudah dapat diakses publik secara daring. Ke depan, pengembang membuka peluang kerja sama lebih luas agar Denteksi dapat menjadi asisten AI yang membantu keterbatasan jumlah dokter gigi di Indonesia sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan gigi masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....