Peran Orang Tua Krusial dalam Pemulihan Trauma Anak Korban Kekerasan Daycare
- 30 Apr 2026 13:37 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Pemulihan trauma anak korban kekerasan di tempat penitipan anak atau daycare tidak hanya bergantung pada penanganan profesional, tetapi juga sangat ditentukan oleh peran orang tua dalam mendampingi proses pemulihan sehari-hari.
Ketua Program Studi Psikologi Universitas 'Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta, Andhita Dyorita Khoiryasdien, menekankan bahwa orang tua menjadi figur utama dalam membangun kembali rasa aman rasa pasca kejadian traumatis. Menurutnya, pendekatan yang dilakukan tidak harus selalu verbal. Sebab, anak-anak belum tentu mampu mengungkapkan perasaan melalui kata-kata, sehingga perlu dibantu dengan cara lain.
"Melalui gambar misalnya, kita bisa melihat gambaran emosi anak, seperti dominasi warna gelap atau merah," ujarnya, Kamis, 30 April 2026.
Selain itu, Andhita menegaskan pentingnya validasi emosi anak dalam proses pemulihan. Orang tua diharapkan tidak mengabaikan atau meremehkan perasaan anak, melainkan mengakui dan mendampingi emosi tersebut.
Ia juga menyoroti pentingnya kedekatan emosional melalui sentuhan fisik, seperti pelukan atau kehadiran yang hangat. Dalam konsep kelekatan, hal ini menjadi faktor penting untuk membantu anak mengelola rasa takut dan kecemasan.
"Kedekatan dengan figur yang memberikan rasa aman menjadi faktor penting dalam membantu anak mengelola emosinya. Selain itu, anak juga perlu dibantu untuk kembali merasakan kendali atas dirinya. Pengalaman kekerasan sering membuat anak merasa tidak berdaya," katanya.
Tak hanya anak, Andhita juga menekankan bahwa orang tua membutuhkan dukungan dalam menghadapi situasi ini. Perasaan bersalah, stress, hingga tekanan mental kerap muncul dan kerap memengaruhi proses pendampingan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....