Pentingnya Monitoring dan Vaksinasi dalam Menjaga Kesehatan Hewan Peliharaan

  • 23 Feb 2026 08:28 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Meningkatnya tren memelihara hewan kesayangan seperti kucing dan anjing di masyarakat saat ini menuntut pemahaman yang lebih dalam mengenai manajemen kesehatan hewan. Fenomena ini tidak hanya soal memberikan kasih sayang, tetapi juga mengenai tanggung jawab pemilik untuk memahami perubahan kondisi fisik hewan yang mungkin tampak sepele.

Dalam sebuah sesi edukasi di rekaman siaran Mbangundesa kamis, 19 Februari 2026, Dr. Roza Azizah Primatika, S.Si., M.Si., pakar dari Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada (FKH UGM), menjelaskan bahwa tanda-tanda seperti hewan yang tiba-tiba lemas atau kehilangan nafsu makan harus segera diwaspadai sebagai indikasi awal serangan penyakit.

Sebagai bagian dari upaya perlindungan kesehatan hewan di wilayah Yogyakarta, FKH UGM secara rutin melakukan kegiatan monitoring dan surveilans. “Langkah ini melibatkan pengumpulan data lapangan secara sistematis untuk memetakan tren dan pola penyakit dari waktu ke waktu," ujar Roza.

Salah satu ancaman yang paling krusial, khususnya bagi para pemilik kucing di musim penghujan, adalah serangan virus Panleukopenia (Panle). Melalui pengambilan sampel darah dan investigasi mendalam terhadap pemilik hewan di berbagai wilayah seperti Kabupaten Sleman, para peneliti dapat mengidentifikasi faktor risiko yang memicu terjadinya wabah.

Analisis data yang dilakukan melalui perangkat lunak statistik menunjukkan bahwa faktor perubahan musim dan manajemen pemeliharaan, terutama status vaksinasi, memegang peranan vital dalam menentukan kekebalan tubuh hewan.

Dr. Roza menegaskan bahwa edukasi kepada masyarakat mengenai pencegahan harus menjadi prioritas utama. Mengenai pentingnya perlindungan menyeluruh bagi hewan dan manusia, ia memberikan penjelasan bahwa vaksinasi ini memang perlu dilakukan oleh pemilik hewan untuk mencegah terjadinya suatu penyakit yang tidak diharapkan, apalagi kalau itu bersifat zoonosis, di mana penyakit hewan tersebut dapat menular kepada manusia.

”Selain vaksinasi, aspek biosecurity atau keamanan lingkungan juga menjadi kunci pengendalian penyakit. Pemilik hewan disarankan untuk menjaga kebersihan kandang secara ketat, memperhatikan kualitas gizi pakan yang sesuai, serta mengontrol aktivitas hewan," ujar Roza.

Bagi pemilik kucing, disarankan untuk memelihara kucing secara indoor guna meminimalisir kontak dengan kucing liar yang berpotensi membawa virus dari luar lingkungan rumah.

Tujuan akhir dari monitoring dan surveilans ini bukan sekadar mengumpulkan data, melainkan untuk memberikan peringatan dini kepada masyarakat. Dr. Roza sangat menekankan peran aktif pemilik hewan dalam sistem pelaporan kesehatan demi mencegah terjadinya outbreak atau ledakan kasus penyakit. Ia menambahkan himbauan penting bagi para pemilik hewan:

"Segera laporkan suatu kejadian penyakit, apalagi yang bersifat zoonosis, kepada pihak berwenang seperti dokter hewan di dinas atau Puskeswan agar segera dilakukan pengendalian lebih lanjut," katanya.

Dengan sinergi antara riset monitoring dari pihak akademisi dan kesadaran pemilik hewan dalam melakukan vaksinasi rutin serta menjaga kebersihan lingkungan, diharapkan angka kesakitan pada hewan peliharaan dapat ditekan secara signifikan. Hal ini tidak hanya melindungi hewan kesayangan, tetapi juga menjamin keamanan kesehatan bagi masyarakat umum yang berinteraksi dengan hewan-hewan tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....